Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PONDOK Pesantren Al Fatah mewajibkan para santrinya mengenakan jubah dan burkak. Kebiasaan ini menular ke warga Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.
Berdiri pada 1912, Al Fatah tercatat sebagai pondok pesantren tertua di Magetan. Pendirinya Kiai Siddiq, merupakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama Magetan dan rais aam pertamanya.
Kiai Uzairon, penerusnya, setelah mempelajari amalan tablig ke Mesir dan India, memutuskan untuk meninggalkan NU. "Kiai Uzairon tidak mau berkonflik. Daripada bikin suasana kurang nyaman, dia memilih mundur dari NU secara struktural," papar Kiai Imdad Nasichin, salah satu pengasuh Ponpes Al Fatah.
Kepada anak asuhnya, saat itu, Kiai Uzairon menyatakan amalan tablig cocok dengan ajaran Islam yang ia terima selama ini. Ahlussunnah Wal Jamaah, tarekat, dan fikihnya juga sama. Tablig bukan organisasi, bukan yayasan, tetapi amalan.
Di lingkungan pesantren, tablig diamalkan dengan mengajak warga berangkat ke masjid saat ulama dan santri berangkat salat. Al Fatah juga mengajarkan para santri melaksanakan khuruj, dakwah berpindah, dan mengembara. Tidak hanya di Magetan, tetapi juga ke luar Pulau Jawa, bahkan ke luar negeri.
Amalan inilah yang kemudian juga membuat Al Fatah menjadi pesantren terbesar di Magetan. Saat ini santrinya sudah mencapai 23 ribu orang, dan 1.000-an di antaranya berasal dari luar negeri.
Al Fatah juga melebarkan sayap dengan membuka cabang di 130 wilayah, dan 4 cabang di Malaysia, yakni di Selangor, Johor, Pahang, dan Kuching.
Seiring perjalanan waktu, amalan tablig yang dibawa Kiai Uzairon bisa diterima para ulama di Magetan. Seperti diungkapkan Sekretaris PCNU Magetan, Sudarto, pengasuh Al Fatah, memang tidak lagi berada di struktur PCNU Magetan. "Tapi, secara kultur, kami masih berziarah ke makam sesepuh Al Fatah, sebagai pendiri NU Magetan. Ya seperti tetangga."
Hubungan sesama muslim, ujarnya, tetap baik. Namun, dari sisi organisasi, Al Fatah sudah tidak berada di NU.
Kepala Kantor Kementerian Agama Magetan, Muchdor, mengaku rutin melakukan pembinaan terhadap pesantren di Magetan, termasuk Al Fatah. "Tidak benar ideologi Al Fatah di luar syariat. Di Al Fatah Temboro, NKRI harga mati," tambah Muchdor yang mengaku sering ikut salat berjemaah di Al Fatah.
Bupati Magetan Suprawoto juga mengaku sering salat Jumat di pesantren ini. "Al Fatah jadi berkah buat Magetan karena menggerakkan ekonomi warga. Ada banyak santri yang berasal dari 20 negara."
Karena itu, pemerintah kabupaten terus menggulirkan program pembangunan di lingkungan ini, seperti perbaikan lingkungan, pelebaran jalan, dan pembuatan trotoar. (Ardi Teristi Hadi/N-2)
Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah untuk memperkuat pengembangan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan peran strategis pondok pesantren sebagai rumah peradaban dan sumber kader pemimpin bangsa.
Santri tidak hanya dituntut untuk tafaqquh fiddin juga memahami dan menguasai ilmu ketatanegaraan serta kebangsaan agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menghadirkan Program Pesantren Jalan Cahaya pada Ramadan 1447 H di 20 titik se-Indonesia selama bulan suci.
PBNU meluncurkan 41 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) NU yang berpusat di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved