Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan mulai terjadi di wilayah kerja Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, Jawa Tengah (Jateng) tepatnya di petak 73 di Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung, Cilacap. Kebakaran sempat melanda areal semak belukar dan hutan pinus seluas 3 hektare (ha).
Peristiwa itu terjadi Selasa (16/7) sore dan terjadi hingga petang hari. Pemadaman dilakukan oleh sekitar 20 personel Perhutani dibantu anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat lainnya. Kejadian kebakaran berhasil dipadamkan pada petang hari.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan penyebab kebakaran belum dapat diketahui dan kerugian masih dihitung.
"Untuk kerugiannya, tentu Perhutani KPH Banyumas Barat yang dapat menghitungnya," jelas Tri Komara.
Sementara Perhutani KPH Banyumas Timur telah memetakan titik-titik wilayah hutan yang rawan kebakaran dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan. Selain itu, Perhutani juga sudah memasang papan larangan supaya tidak membuat api yang dapat memicu kebakaran hutan.
Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas di NTT
Administrator KPH Banyumas Timur Didiet Widhy Hidayat mengatakan dari luasan hutan 46 ribu hektare (ha) lebih, ada sejumlah daerah yang rawan kebakaran hutan.
"Pemetaan telah kami lakukan dan hampir di setiap wilayah kabupaten di wilayah kerja KPH Banyumas Timur ada daerah rawan kebakaran. Baik di Banyumas, Purbalingga, Cilacap maupun Banjarnegara," ungkapnya.
Ia menyebutkan wilayah rawan kebakaran ada di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Sidamulih, Kalirajut, Jatilawang, Mandirancan, Kebasen, Kaliputih, Pengadegan dan Batur.
"Di wilayah rawan tersebut, kami sudah memasang papan larang agar masyarakat tidak membuat api di sekitar hutan," tuturnya.
Di sisi lain, lanjut Didiet, pihaknya juga meminta kepada para pendaki Gunung Slamet untuk tidak membuat perapian yang dapat memicu kebakaran.
"Sebab, kalau membuat perapian di sekitar lingkungan yang kering sangat potensial terjadinya kebakaran. Karena itulah kami imbau agar tidak membuat perapian atau api unggun. Nanti akan dibuatkan aturan khusus soal itu," pungkasnya.(OL-5)
JAJARAN Polresta Banyumas, Jawa Tengah menggagalkan dugaan peredaran bahan peledak yang diduga untuk petasan seberat sekitar 9 kilogram (kg) dalam Operasi Pekat Candi (TO OPC) 2026.
Tingginya harga cabai terjadi karena faktor cuaca karena sejumlah daerah sentra seperti Pemalang, Kabupaten Semarang, Temanggung, Demak, Pati belum ada panen besar.
Harga beras medium di Pasar Sidodadi Cilacap berada pada kisaran Rp13.000–Rp13.500 per kg dan beras premium Rp14.000–Rp14.500 per kg.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved