Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH program rehabilitasi Sungai Citarum sudah menunjukkan capaian positif. Salah satunya semakin banyaknya lahan gundul yang sudah ditanami pohon kembali.
Hal ini diungkapkan Asisten Teritorial Kodam III/Siliwangi Kolonel Hasto P saat rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat yang juga Komandan Satuan Tugas Citarum Harum Ridwan Kamil (Emil) di Bandung, Jumat (5/7). Acara ini dihadiri juga seluruh unsur terkait lainnya seperti komandan di 23 sektor di sepanjang sungai tersebut.
Menurut Hasto, dalam program Citarum Harum, salah satu peran Kodam III/Siliwangi adalah penanganan lahan kritis. Hingga sekarang, pihak Kodam telah berhasil menanam 1,988 juta pohon di sepanjang aliran sungai tersebut. Tanaman sejumlah itu tersebar di 1.156,14 hektare lahan yang sebelumnya dianggap kritis.
Selain penanganan lahan kritis, menurutnya TNI pun berperan dalam pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), dan sanitasi di 148 titik. "Sesuai dengan penugasan kepada kami, ada tujuh outcome. Penanganan lahan kritis, limbah industri, limbah domestik, limbah pertanian, dan peternakan," katanya.
Namun, dia mengakui masih cukup kesulitan dalam membersihkan sampah yang mengotori Citarum. Seperti diketahui, sungai yang konon terkotor di dunia itu banyak digenangi sampah yang diproduksi masyarakat di sejumlah kawasan hulu seperti Kabupaten Bandung Barat, Bandung, Kota Bandung, dan Kota Cimahi. "Telat dibersihkan sehari saja, langsung menumpuk," katanya.
Selain jumlahnya yang sangat banyak, sampah-sampah inipun sulit dibersihkan karena minimnya peralatan yang ada.
Ridwan Kamil mengakui, target pembelian eskavator belum terealisasi. Sehingga, lanjut dia, penanganan sampah di sungai tersebut masih dilakukan seadanya.
Dia memahami masih belum tersedianya fasilitas dan alat-alat yang dibutuhkan petugas di lapangan. "Tahun ini masih merencanakan, sehingga kegiatan-kegiatan penanggulangan sampah masih seadanya. Belum menggunakan konsep besar," katanya.
Menurut dia, hal ini dikarenakan masih minimnya anggaran yang ada untuk program tersebut. Sebab, pinjaman dari Bank Dunia sebesar Rp1,4 triliun belum turun. "Anggaran dari Bank Dunia baru turun Januari 2020," katanya.
Sambil menunggu cairnya dana tersebut, Emil berjanji akan mengupayakan anggaran agar bisa segera merealisasikan alat-alat yang dibutuhkan untuk membersihkan sampah.
"Saya akan negosiasi untuk urusan kebutuhan. Di anggaran perubahan, pemprov saja yang anggarkan. Beli lewat e-catalog. Butuh berapa secara realistis, kita pengadaan oleh provinsi saja, tanpa pengadaan dana pusat," katanya.
Baca juga: BPBD DIY Buka Pusat Layanan Bencana Kekeringan
Emil memastikan pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin agar rehabilitasi Sungai Citarum mulai dirasakan oleh masyarakat. Dia meminta lokasi-lokasi mana saja yang penumpukkan sampahnya masih banyak terjadi.
"Minta data sampah numpuk di titik mana saja. Biar nanti saya bisa negur bupatinya, atau camatnya, agar jangan cuek. Biar selesai sebelum musim hujan, nanti ramai lagi," katanya. (X-15)
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa inventarisasi dan penetapan batas sempadan oleh Kementerian PU akan menjadi "senjata" bagi pemerintah daerah untuk melakukan penegakan hukum secara tegas.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Tepung kemasan bermerek membuat produk disukai pembeli dari berbagai wilayah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved