Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI komunitas pecinta ikan, jenis ikan Guppy belakangan ini cukup digilai masyarakat Indonesia. Bahkan jumlah pembudidaya dan pecinta ikan Guppy meningkat. Saat ini jumlah komunitas ikan Guppy di Indonesia saat ini lebih dari 50 komunitas tersebar di 34 provinsi.
Sahlan Rosyidi selaku Ketua Indonesian Guppy Popularized Association (IGPA) mengatakan bahwa pembudidayaan ikan Guppy ini memiliki nilai ekonomi cukup besar. "Potensi Indonesia sangat besar secara nilai keekonomian dalam pasar ikan Guppy dunia. Bila dihitung kemampuan skala produksi dengan nilai jual pasar dunia US$100 untuk satu pasang ikan Guppy. Nilai keekonomian ikan Guppy nasional mampu mencapai Rp162 miliar hanya dalam waktu 6 bulan," kata Sahlan, Kamis (27/6).
Produksi ikan Guppy mencapai 110 ribu pasangan hanya dalam enam bulan. Untuk semakin mempopulerkan ikan Guppy ini maka akan digelar Festival Ikan Guppy Internasional pada 13-14 Juli 2019 di Yogyakarta.
Sahlan mengatakan Indonesian Guppy Popularized Association (IGPA) dengan Swasti Farm menggelar festival internasional itu dan akan diikut sekitar 1.000 peserta dari Thailand, Taiwan, Filipina, Tiongkok, dan Malaysia dan Singapura, serta tuan rumah Indonesia. Dengan memperebutkan total hadiah sebesar Rp30,5 juta. Sahlan menambahkan bahwa dengan adanya festival Guppy ini menjadi ajang pembuktian kualitas produksi ikan Guppy nasional.
baca juga: Renard Bertekad Kembali Buat Pantai Gading Menangis
"Harapannya akan semakin banyak permintaan pasar nasional dan internasional terhadap produksi ikan Guppy dalam negeri," tambahnya.
Kerja sama dengan Swasti Farm ini dikarenakan perusahaan itu sudah dikenal sebagai pembudidaya ikan Guppy. CEO Swasti Farm, Danang Prima menambahkan bahwa pembudidayaan ikan tersebut dilakukan dengan cara modern, benar dan menghasilkan ikan Guppy berkualitas. (OL-3)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
PERIKANAN merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan, hingga ekonomi Nusantara. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved