Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Umum Jasa Tirta (PJT) 1, Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan konflik air bakal meluas mengingat kebutuhan yang terus membesar melampaui kemampuan penyediaan air.
"Ke depan tidak menutup kemungkinan konflik terkait air meluas. Saya kira ada pesan besar, konflik air sangat mudah terjadi walaupun kita tidak menyadari," tegas Direktur Utama PJT 1 Raymond Valiant Ruritan kepada wartawan di Malang, Jawa Timur, Jumat (21/6).
Konflik itu sudah terjadi antara Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang. Dalam sejarahnya, Kota Malang mendapatkan air baku dari luar daerah setempat. Sekitar 80% kebutuhan air di Kota Malang dicukupi dari sumber Wendit di Kabupaten Malang dan Sumber Binangun di Kota Batu.
Baca juga: Instalasi Pipa PDAM Kabupaten Malang Rawan Banjir dan Longsor
Namun, persoalan mulai muncul terkait tata kelola. Konflik antarpemerintah daerah pun tak terelakkan. Konflik bermula ketika Pemkab Malang menuntut revisi harga air.
Sejauh ini, persoalan itu masih bergulir hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat turun tangan dalam mediasi.
"Beberapa kali mediasi tampaknya belum mengerucut. Saat ini, kesepakatan yang diamandemen masih berjalan, tapi belum final," tuturnya.
Mediasi belum ada titik temu lantaran Pemkab Malang menuntut retribusi lebih besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) terkait pengambilan air dari Sumber Wendit oleh Pemkot Malang.
Di sisi lain, Pemkot Malang berharap ada harga air yang wajar sehingga bisa ditunjang keekonomiannya sebagai konsumen.
Dari persoalan itu, ke depan tidak menutup kemungkinan adanya konflik terkait air yang lebih besar dan meluas. "Kita kebetulan di provinsi yang kaya air. Tapi perlu diingat, bukan berarti distribusinya merata terhadap waktu dan adil," imbuhnya.
Sebab, Kota Malang selama mendapatkan air secara cukup, pada akhirnya berkonflik dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu. Sekarang yang terpenting, lanjutnya, menyikapi persoalan konflik penyediaan air itu tidak berkepanjangan dan mengedukasi masyarakat. "Solusinya win-win solution," ujarnya.
Dalam kasus di perkotaan, yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Malang Raya meliputi Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu, harus ada kesepakatan bersama antarpemerintah daerah agar sumber-sumber air yang dipakai tidak dikompetisikan.
Menurut dia, jangan lantaran tarif dan tekanan kebijakan mengakibatkan pemerintah kesulitan mengelola air yang pada akhirnya terjadi benturan antar-pemda. Bahkan dalam beberapa kasus, antarpengguna air muncul konflik, mereka saling berkompetisi.
"Pengelolaan air agar tidak dikompetisikan yang kemudian memungkinkan terjadi ketimpangan," katanya.
Ia berpendapat, pada saatnya nanti jumlah pemakai air melampaui kemampuan mata air yang ada. Sehingga mengolah air permukaan dari sungai menjadi pilihan. Hal itu terjadi ketika pemda menerapkan instrumen finansial, retribusi, dan sharing makin tinggi.
"Pindah teknologi ambil air dari sungai suatu kewajaran. Bagi warga Surabaya dan Sidoarjo tidak ada pilihan. Tapi bagi warga di Malang belum terbiasa," pungkasnya. (X-15)
KPK juga terus meminta media untuk memberitakan kasus korupsi, agar pejabat takut apabila ingin memakan uang rakyat.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa angka ini merupakan hasil kesepakatan bersama yang mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi makro.
Keberkahan Jawa Timur akan terwujud apabila seluruh masyarakat dapat menjalankan ajaran agama dan kepercayaannya masing-masing dengan sebaik-baiknya.
Selain fokus pada kemacetan, faktor keselamatan pengemudi juga menjadi prioritas.
Pemasangan EWS yang berlangsung selama sepekan terakhir ini dilakukan berkolaborasi dengan tim BPBD setempat.
Gubernur Khofifah menyatakan MoU ini menjadi fondasi penting dalam penerapan pidana kerja sosial yang manusiawi, produktif, dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Pasokan air bersih Aceh Tamiang kembali normal setelah SPAM IKK Rantau beroperasi pascabanjir. Menteri PU memastikan kualitas air aman dan layak konsumsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved