Kamis 06 Juni 2019, 09:20 WIB

Potensi Jamur Merang di Kabupaten Karawang

mediaindonesia.com | Nusantara
Potensi Jamur Merang di Kabupaten Karawang

Dok Kementan
Khatim dari Kelompok Tani Karya Mandiri.

 

KARAWANG merupakan kabupaten di Jawa Barat yang mempunyai potensi pengembangan hortikultura berupa kembang kol dan jamur merang. Keberadaan produsen jamur merang terdapat di Kecamatan Jatisari, Banyusari, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Lemahabang, Telagasari, Tirtajaya, dan Rawamerta.

"Kabupaten Karawang mempunyai kurang lebih 26 kelompok tani binaan yang memproduksi jamur merang. Terbesar di delapan kecamatan di Kabupaten Karawang," ujar Kepala Seksi Sayuran dan Biofarmaka, Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Wahyu.

Kecamatan Cilamaya Wetan tercatat terdapat lima kelompok tani jamur merang. Salah satunya Khatim, produsen benih jamur merang yang masih eksis hingga kini.

Produsen benih jamur merang yang masih bertahan dengan bendera Kelompok Tani Karya Tani Mandiri ini mempunyai potensi produksi benih 1.800 baglog per bulan.

"Benih jamur merang terlebih dahulu diperbanyak melalui media agar (PDA). Setelah miselium tumbuh, dipindahkan di media biji jagung, ditumbuhkan selama 10 hari setelah tanam (F1), kemudian diperbanyak lagi menggunakan media merang log kecil (F2)," jelas Khatim.

Baca juga: Asuransi Pertanian Beri Ketenangan Bagi Petani dan Peternak

Lebih lanjut Khatim memaparkan, inkubasi dilakukan selama 15 hari setelah tanam.

Setelah miselium tumbuh kemudian dipindahkan ke dalam kumbung yang terdapat media kapas dan merang dengan ketebalan media ± 20 cm.

Kebutuhan benih untuk setiap kumbung yakni 60 baglog kecil. Jamur Merang siap dipanen pada usia 9-15 hari setelah tanam. Terdapat 2 varietas jamur yang diusahakan, yakni Jamur Merang Putih dan Jamur Merang Hitam. Hasil panen yakni 100-250 kg per bulan.

“Kelompok Tani Karya Mandiri ini, Alhamdulillah sudah diberikan tanda sertifikasi kompetensi produsen dari BPSB Jawa Barat dan menjadi salah satu binaan dari Dinas Pertanian Kabupaten Karawang dan juga LIPI. Pemasaran hasil panen jamur merang, hingga Jakarta, Bandung, dan Tangerang," ungkap Khatim.

Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman menuturkan jika potensi pengembangan jamur masih luas untuk dikembangkan lebih lanjut di Indonesia.

"Jamur sebagai salah satu komoditas hortikultura masih punya potensi besar untuk dikembangkan sehingga nantinya menjadi komoditas ungulan daerah dan dapat memberdayakan petani serta sumber daya alam yang ada disekitar. Contohnya Kabupaten Sleman Yogyakarta dengan keunggulan jamur tiramnya dan Kabupaten Karawang dengan jamur merangnya," jelas Sukarman. (RO/OL-2)

Baca Juga

Dok YPA-MDR

Keren, Siswa SD di Yogyakarta Hasilkan Batik Tulis Bermotif Srikaya Selama Tiga Bulan!

👤Iis Zatnika 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 23:30 WIB
Komunitas Pembatik Cilik dikembangkan di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul,...
Ist

Tahun Depan Blora Dapat DBH Migas Sebesar Rp160 Miliar

👤Widhoroso 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 23:08 WIB
PERJUANGAN panjang Kabupaten Blora, Jawa Tengah untuk mendapatkan porsi dana bagi hasil (DBH) migas akhirnya membuahkan...
MI/Bagus Suryo

Kisruh Legalitas Kepengurusan Landa PMI Kota Malang

👤Bagus Suryo 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:45 WIB
PALANG Merah Indonesia (PMI) Kota Malang, Jawa Timur, kisruh karena mantan pengurus yang mengatasnamakan Tim Tujuh malayangkan protes atas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya