Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHIMPUNAN Insan Perunggasan Rakyat Petelur Nasional mendesak pemerintah untuk mempersiapkan infrastruktur, yang bisa mengantisipai fluktuasi harga telur ayam ras. Apalagi untuk menyikapi persiapan puasa dan lebaran tahun ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Presidium PPN Yudianto Yosgiara di sela-sela Munas di Solo, Rabu (24/4). Kesimbangan infrastruktur pangan
ini sangat penting, agar stakeholder, baik itu konsumen, pedagang/distriutor dan produsen atau peternak tidak terlalu dirugikan.
Diakuinya, kebutuhan telur sangat tinggi menjelang Ramadan dan Lebaran baik di tingkat konsumsi rumah tangga, rumah makan dan industri makan lainnya seperti pabrik dam UMKM roti.
Sejauh ini, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga pokok produksi (HPP) telur, antara Rp18.000-Rp22.000 per kg di
tingkat peternak. Tetapi kebijakan itu tidak didukung infrastruktur yang seimbang.
"Artinya, dengan HPP tersebut, tidak diimbangi dengan harga pakan atau harga jagung yang normal. Sebagaimana sering terjadi, ketika harga pakan normal, harga jagung tinggi dengan alasan stok terbatas, ini sangat berpengaruh di tingkat peternak petelur. Hal sama ketika jagung normal, gantian harga pakan yang naik, atau ketika keduanya sama-sama tinggi," tutur dia.
Yang sering terjadi, ketika harga telur ayam di pasaran tinggi, peternak acap diminta operasi pasar. Namun sewaktu harga telur anjlok, pemerintah seolah menutup mata, atau tidak mau tahu.
baca juga: Tim Pengendali Inflasi Pastikan Harga Pangan Tetap Terkendali
Kalangan produsen petelur, imbuh Yudianto, selalu dalam posisi sulit dan tidak ada pilihan. Karena itulah, dalam Munas PPN yang berlangsung dua hari di Solo ini, akan diambil keputusan, terkait perlunya pembentukan infrastruktur yang berkesimbangan, dalam upaya mengantisipasi fluktuasi harga di pasar. (OL-3)
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved