Senin 25 Maret 2019, 03:30 WIB

Serapan Gabah Petani Lamongan oleh Bulog Terus Menurun

M Yakub | Nusantara
Serapan Gabah Petani Lamongan oleh Bulog Terus Menurun

MI/M Yakub
Petani di Lamongan, Jawa Timur.

 

SERAPAN gabah milik petani di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, oleh Bulog dalam dua tahun ini terus menurun. Padahal, dalam dua tahun terakhir petani Lamongan konsisten mampu memproduksi padi di atas 1 juta ton dalam setiap musim.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Pemkab Lamongan Rujito, Senin (25/3), mengatakan dengan minimnya serapan gabah petani oleh Bulog membuat harga gabah petani tidak stabil.

Bahkan, harga gabah susah dijaga saat panen raya sedang berlangsung. Dikatakannya, sampai Februari 2019, sudah ada 8.857 hektare lahan komoditas padi yang dipanen. Sementara Bulog, lanjut dia, sampai dengan saat ini baru menyerap 230 ton produksi petani Lamongan.

Sejak 2014, serapan Bulog Subdivre Bojonegoro untuk produksi padi Lamongan terus turun. Realisasi penyerapan 2014 mencapai 40.137.645 kilogram setara beras.

Pada 2015 turun menjadi 22.001.235 kilogram setara beras, turun lagi menjadi  28.637.069,5 kilogram setara beras pada 2016, 25.875.615 kilogram setara beras pada 2017, dan kembali turun menjadi 25.035.980 pada 2018.

Baca juga: Serapan Beras Bulog Jauh dari Target

Bahkan Bulog Subdivre Bojonegoro pada 2019 hanya menargetkan menyerap 15.705.420 kilogram setara beras melalui dua gudangnya di Lamongan, yakni di Gudang Bulog Baru (GBB) Karangkembang dan Sukorejo.

Wakil Kepala Bulog Subdivre Bojonegoro M Yandra Darajat mengakui hal itu saat mendampingi Bupati Fadeli menerima kunjungan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatot S Irianto. "Serapan dari Lamongan sebesar 230 ton," katanya, Minggu (25/3) petang.

Tetapi, kata dia, jumlah serapan itu tertinggi dibandingkan dua kabupaten lain di wilayah (Bulog) Subdivre Bojonegoro, meski belum siginifikan. "Lamongan juga masih menjadi andalan Subdivre Bojonegoro untuk pengadaan beras dan gabah," ujar Yandra.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatot S Irianto saat di Lamongan berharap, Bulog bisa maksimal menyerap gabah petani. Tentunya harga yang diberikan sesuai dengan kualitas gabah maupun berasnya.

"Saya ingin, ketika harga turun pemerintah hadir, dan Bulog membeli sesuai kualitas. Jadi jangan dituntut membeli dengan harga tidak sesuai kualitas. Kata orang, rego nggowo rupo, harga sesuai dengan kualitas," kata Gatot. (A-1)

 

Baca Juga

Dok. Agriensia Raya

Oleh-Oleh Kekinian Asli Medan Ini Buka Gerai Kedua, Beri Kejutan Bagi Penumpang Pesawat

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 23:08 WIB
Bolu Stim Menara merupakan makanan kekinian asli Medan yang mampu menjadikan bahan baku asli Medan seperti pandan, markisa, srikaya, jeruk...
DOK Telkomsel.

Kartu Telekomunikasi yang Dipakai Surfer WSL di Banyuwangi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:20 WIB
Lokasi WSL tepat berada di kelengkungan bumi sehingga tim network memasang dua combat yakni Plengkung dan...
MI/Benny Bastiandy

Pemandian Air Panas Alami di Pasar Cipanas Jadi Daya Tarik Wisata

👤Benny Bastiandy 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:06 WIB
PASAR Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memiliki potensi sumber air panas alami. Saat ini potensinya sudah ditata sedemikian rupa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya