Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
WILAYAH Jawa Barat terbilang rawan bencana, khususnya gempa bumi. Hal itu yang membuat putra calon Wakuk Presiden KH Ma'ruf Amin, Ahmad Syauqi, mengapresiasi pelatihan tanggap bencana yang digelar Aksi Santri Tanggap Bencana (Astana) di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (1/3).
Gus Syauqi, yang juga Pembina Master C19 Portal KMA mengajak masyarakat, khususnya santri, untuk turut mengedukasi tentang pentingnya mitigasi dan respons sigap dalam mengantisipasi bencana alam.
Dalam acara yang digelar di Gedung PKBM Ibnu Hambal, Cikatomas, Manonjaya, Tasikmalaya itu, Syauqi menjelaskan, santri tidak boleh hanya belajar di pesantren. Akan tetapi, harus punya kontribusi di masyarakat.
"Astana harus meningkatkan perannya membantu masyarakat. Peran Astana tidak hanya membantu korban terdampak bencana tapi juga mengedukasi warga di daerah rawan bencana untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko dampak bencana," papar Gus Syauqi di hadapan ratusan santri peserta pelatihan bertema 'Peran Santri dalam Tanggap Bencana', Jumat sore itu.
Indonesia khususnya Jawa Barat, menurut dia, menjadi salah satu wilayah yang dalam kajian para ahli vulkanologi dan mitigasi bencana, berpotensi bencana alam yang tinggi. Sebab, sebagian besar wilayah Indonesia terkait secara langsung dengan proses geologi, seperti gempa bumi, longsor, vulkanik, liquifaksi, hingga banjir.
Baca juga: 1.612 Linmas Dilibatkan Amankan 806 TPS di Rejang Lebong
"Edukasi, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, ini perlu dilakukan. Karenanya, kita mendukung seruan Presiden tentang perlunya kurikulum tanggap bencana dalam sistem pendidikan nasional. Astana harus ikut berperan di sini. Berbagi ilmu tanggap bencana kepada santri dan masyarakat," imbuhnya.
Lebih lanjut, Syauqi mengungkapkan, ikhtiar mitigasi, antisipasi, dan tanggap bencana yang dilakukan Astana, tidak hanya dalam bentuk edukasi atau pelatihan tanggap bencana, tapi juga dibarengi dengan upaya spiritual dengan berdoa kepada Allah SWT, agar kita dihindarkan dari bencana.
"Meningkatkan ikhtiar dan doa agar kita terhindar dari bencana, kalau pun ditakdirkan terdampak bencana, kita berdoa agar bisa mengamalkan ilmu dalam pelatihan ini agar mengurangi dampak bencana itu," ujarnya.
Santri Astana, kata dia, juga perlu mengajak masyarakat, agar senantiasa siap, harus respons, harus sigap, dan harus tangguh dalam setiap menghadapi bencana alam. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved