Selasa 26 Februari 2019, 19:30 WIB

Atasi Karhutla Riau, TNI AU Ciptakan Hujan Buatan

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Atasi Karhutla Riau, TNI AU Ciptakan Hujan Buatan

ANTARA FOTO/Reno

 

SATGAS udara siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau mulai melaksanakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk hujan buatan. TMC hujan buatan dilakukan dengan bantuan pesawat cassa 212 yang didatangkan dari Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Roesmin Nurjadin Letnan Kolonel (Letkol) Sus M Zukri mengatakan TMC dilakukan dengan meniru proses yang terjadi di dalam awan melalui aktivitas penyemaian awan (cloud seeding).

Sejumlah partikel higroskopik yang dibawa dengan pesawat sengaja diinjeksikan langsung ke dalam awan agar proses pengumpulan butiran tetes air di dalam awan segera dimulai.

"Pelepasannya bisa dilakukan di bawah dasar awan atau bisa juga dilepas langsung ke dalam awan. Yang penting dilakukan pada daerah up draft. Dengan berlangsungnya pembesaran tetes secara lebih awal maka proses turunnya hujan dari awan juga terjadi lebih cepat," jelas Zukri kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Selasa (26/2).

Dia menambahkan, penyemaian awan bertujuan untuk mempercepat proses tumbukan (collision) dan penggabungan (coalescence) butir air di dalam awan yang merupakan syarat terjadinya hujan. Awan yang dijadikan objek penyemaian adalah jenis awan Cumulus (Cu) yang banyak mengandung uap air dan berpotensi menjadi hujan.

"Umumnya bahan semai yang digunakan dalam TMC adalah berupa NaCl berbentuk bubuk halus (powder) yang mempunyai ukuran diameter sekitar 10 mikron. Bahan semai ini dilepaskan ke dalam awan melalui airscooper yang terpasang di bagian bawah pesawat," ungkap Zukri.

Baca juga: 2.488 Warga Terjangkit ISPA akibat Kabut Asap Karhutla Riau

Sesuai dengan rencana sebelumnya, fokus pelaksanaan TMC hujan buatan untuk memadamkan kebakaran hutan terbesar di wilayah Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Hujan buatan diharapkan mampu mengatasi kebakaran yang terus meluas di daerah itu akibat cuaca kering disertai angin kencang dan tanah bertekstur gambut.

"Titik api tidak kelihatan dari atas karena menjalar di bawah tanah. Kendala pemadaman karena cuaca kering, angin kencang, dan banyaknya bahan bakar potensial di lokasi," ungkap Koordinator Manggala Agni Provinsi Riau Edwin Putra.

Sejauh ini, karhutla di Riau masih terus meluas dengan jumlah lahan terbakar mencapai lebih dari 1.100 hektare. Selain itu, karhutla di Riau mengakibatkan sebanyak 2.488 warga menjadi korban terjangkit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di tiga daerah terdampak yaitu Bengkalis, Dumai dan Rokan Hilir.(OL-5)

Baca Juga

dok.Barantan

Warga Padang Ekspor Perdana Cicak ke Hong Kong

👤Yose Hendra 🕔Selasa 24 Mei 2022, 15:20 WIB
WARGA Padang, Sumatra Barat (Sumbar) mengekspor sebanyak 330 Kg cicak kering ke Hong...
dok.ist

Jadi Panutan Masyarakat Sunda, Brigjen (Purn) Budi Setiawan Raih Penghargaan

👤Kristiadi 🕔Selasa 24 Mei 2022, 14:57 WIB
BRIGJEN Pol (Purn) Budi Setiawan menerima penghargaan dari Pengasuh Pakarang Adat Nusantara Abah Dr. Yusuf...
dok.Ant

Calhaj Ciamis yang Sudah Konfirmasi Ada 502 dari Kuota 508 Orang

👤Adi Kristiadi 🕔Selasa 24 Mei 2022, 14:36 WIB
CALON jemaah haji tahun ini Kabupaten Ciamis mendapatkan kuota sebanyak 508 orang yang sudah konfirmasi baru 502 tinggal enam orang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya