Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SATGAS udara siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau mulai melaksanakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk hujan buatan. TMC hujan buatan dilakukan dengan bantuan pesawat cassa 212 yang didatangkan dari Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Roesmin Nurjadin Letnan Kolonel (Letkol) Sus M Zukri mengatakan TMC dilakukan dengan meniru proses yang terjadi di dalam awan melalui aktivitas penyemaian awan (cloud seeding).
Sejumlah partikel higroskopik yang dibawa dengan pesawat sengaja diinjeksikan langsung ke dalam awan agar proses pengumpulan butiran tetes air di dalam awan segera dimulai.
"Pelepasannya bisa dilakukan di bawah dasar awan atau bisa juga dilepas langsung ke dalam awan. Yang penting dilakukan pada daerah up draft. Dengan berlangsungnya pembesaran tetes secara lebih awal maka proses turunnya hujan dari awan juga terjadi lebih cepat," jelas Zukri kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Selasa (26/2).
Dia menambahkan, penyemaian awan bertujuan untuk mempercepat proses tumbukan (collision) dan penggabungan (coalescence) butir air di dalam awan yang merupakan syarat terjadinya hujan. Awan yang dijadikan objek penyemaian adalah jenis awan Cumulus (Cu) yang banyak mengandung uap air dan berpotensi menjadi hujan.
"Umumnya bahan semai yang digunakan dalam TMC adalah berupa NaCl berbentuk bubuk halus (powder) yang mempunyai ukuran diameter sekitar 10 mikron. Bahan semai ini dilepaskan ke dalam awan melalui airscooper yang terpasang di bagian bawah pesawat," ungkap Zukri.
Baca juga: 2.488 Warga Terjangkit ISPA akibat Kabut Asap Karhutla Riau
Sesuai dengan rencana sebelumnya, fokus pelaksanaan TMC hujan buatan untuk memadamkan kebakaran hutan terbesar di wilayah Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Hujan buatan diharapkan mampu mengatasi kebakaran yang terus meluas di daerah itu akibat cuaca kering disertai angin kencang dan tanah bertekstur gambut.
"Titik api tidak kelihatan dari atas karena menjalar di bawah tanah. Kendala pemadaman karena cuaca kering, angin kencang, dan banyaknya bahan bakar potensial di lokasi," ungkap Koordinator Manggala Agni Provinsi Riau Edwin Putra.
Sejauh ini, karhutla di Riau masih terus meluas dengan jumlah lahan terbakar mencapai lebih dari 1.100 hektare. Selain itu, karhutla di Riau mengakibatkan sebanyak 2.488 warga menjadi korban terjangkit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di tiga daerah terdampak yaitu Bengkalis, Dumai dan Rokan Hilir.(OL-5)
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Kini, sejumlah fasilitas pendukung kesejahteraan satwa telah terealisasi di PLG Sebanga.
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Riau berhasil menangkap 15 tersangka sindikat perburuan satwa liar lintas provinsi yang terkait dengan kasus gajah sumatra di PT RAPP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved