Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Insentif Pendamping PKH di Bandung Barat Hanya Rp200 ribu/bulan

Depi Gunawan
26/2/2019 15:20
Insentif Pendamping PKH di Bandung Barat Hanya Rp200 ribu/bulan
(MI/Dede Susianti)

RATUSAN pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bandung Barat hanya menerima intensif sebesar Rp200 ribu per bulan. 

Sejak program PKH digulirkan Kementerian Sosial (Kemensos) pada 2012 lalu, intensif yang diterima para pendamping ini belum dinaikan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Heri Partomo mengakui, beban kerja pendamping PKH belum sebanding dengan penghasilan atau intensif yang diberikan Pemda. Meski begitu, mereka juga menerima gaji tetap dari Kemensos sebesar Rp2 juta per bulan.

"Mereka kan bekerja setengah relawan, karena mereka juga mendapat gaji bulanan dari Kemensos. Kalau relawan itu kan sebetulnya enggak ada intensif atau gaji yang pasti," kata Heri, Selasa (26/2).

Untuk meningkatkan kesejahteraan pendamping PHK di Bandung Barat yang jumlahnya mencapai 225 orang, Heri menyatakan, bupati telah menyetujui rencana penambahan intensif dari Rp200 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan di anggaran perubahan atau tahun anggaran 2020.

"Pemberian intensif sebesar Rp500 bagi pendamping PKH ini sangat wajar, minimal kan ada perhatian dari Pemda. Sesuai kebijakan Kemensos, minimal ada sharing dari bantuan yang diberikan kepada masyarakat itu dianjurkan minimal 5% dari dana yang diberikan ke masyarakat," ujarnya.

 

Baca juga: Pendamping Diduga Potong Dana PKH

 

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, penambahan intensif pendamping PKH dari Rp200 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan maksimal akan diberlakukan pada tahun depan. Menurut Aa Umbara, intensif PKH harus ditambah agar mereka lebih semangat lagi bekerja.

"Harus itu, dari sana (Kemensos) cuma dibayar Rp2 juta, tidak ada intensif lain-lain lagi, ya kita harus tambah biar mereka lebih semangat," tuturnya.

Jika dihitung penghasilan yang saat ini mereka dapat, lanjut Aa Umbara, penghasilan para pendamping PKH tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan serta keluarganya. 

Sementara Pemda mematok target jika masyarakat Bandung Barat harus berpenghasilan Rp2 juta ke atas.

"Kalau dihitung buat makan dua kali sehari sudah berapa, kadang kan pendamping ini makan bawa nasi timbel (nasi kotak) sendiri karena makan di luar tidak mungkin dan mereka bukan kerja di kantor, tapi kerja lapangan. Sangat kecil sekali, kalau Rp50 ribu untuk makan, berarti sebulan sudah keluar Rp1,5 juta. Belum lagi jika mereka sudah beristri atau bersuami," jelasnya.

Sebagai informasi, total bantuan sosial PKH di Bandung Barat untuk tahun ini sebesar Rp 400 miliar, sedangkan jumlah keluarga penerima manfaat mencapai 73.963 keluarga. 

Jika ditotal, satu keluarga bisa mendapat bantuan hingga Rp10 juta per tahun.

Adapun komponen penerima program bantuan di antaranya diberikan kepada ibu hamil, untuk pendidikan anak, penyandang disabilitas serta lanjut usia. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya