Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pemkot Batu Mulai Gunakan Dana Cadangan Bencana

Bagus Suryo
27/1/2019 13:45
Pemkot Batu Mulai Gunakan Dana Cadangan Bencana
(Dok. BPBD Kota Batu)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur, menyatakan mulai menggunakan dana cadangan untuk penanganan dan pemulihan terdampak bencana setelah kota wisata itu dilanda banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang secara beruntun sejak akhir 2018 hingga Januari 2019.

"Kami sudah mengajukan permintaan anggaran di Bagian Keuangan Pemkot Batu untuk penanganan bencana bersumber dari dana cadangan sebesar Rp1,8 miliar," tegas Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim kepada Media Indonesia, Minggu (27/1).

Pihaknya memutuskan menggunakan dana cadangan mengingat anggaran reguler di BPBD hanya sebesar Rp4,266 miliar selama 2019. Kendati anggaran itu ada kenaikan sekitar 10% ketimbang 2018, tapi penggunaannya untuk kegiatan selama setahun.

Anggaran yang ada dinilai tidak akan mencukupi bila juga digunakan untuk pemulihan atau penanganan pascabencana yang membutuhkan biaya sangat besar.

Baca juga: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Eks-Karisedanan Pekalongan

Ia mengungkapkan dana cadangan bencana tahun ini naik dari sebelumnya Rp2 miliar menjadi Rp5 miliar. Nantinya, anggaran itu akan digunakan Rp1,8 miliar untuk memperbaiki Dam Prambatan di Jalan Abdul Rahman Gang II RT 02 RW 01 Dusun Prambatan Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Tanggul itu jebol akibat diterjang banjir pada 29 November 2018 lalu. Akibatnya, seluas 508 hektare lahan pertanian hingga kini tidak teraliri air.

"Selama ini, petani mengandalkan air irigasi dari sungai setempat," tuturnya.

Karena itu, pihaknya memutuskan segera membangun tanggul yang rusak berat tersebut. Hal itu dilakukan guna memulihkan irigasi bagi kelangsungan usaha tani di Desa Pandanrejo, Desa Gunungsari, dan Desa Sidomulyo.

Setelah anggarannya disetujui, lanjutnya, pengerjaan perbaikan tanggul di daerah aliran sungai Brantas itu diharapkan bisa kelar pada Maret mendatang.

Anggaran juga akan digunakan untuk penanganan drainase dan pohon tumbang.

"Banyak drainase yang tersumbat sampah. Untuk keperluan pembersihan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 juta," ujarnya.

Selain itu, BPBD juga membutuhkan biaya operasional sebesar Rp100 juta untuk penanganan pohon yang berpotensi tumbang.

"Pohon-pohon berusia tua, rawan tumbang, harus dipetakan untuk selanjutnya dilakukan upaya pemangkasan dan penebangan," pungkasnya.

Selama Januari 2019, BPBD Kota Batu mencatat dampak hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sebanyak 71 pohon tumbang dan tanah longsor merusak infrastruktur, mobil dan rumah warga.

Adapun selama 2018, kota wisata itu sudah dilanda 11 kali banjir dan 27 kejadian tanah longsor tersebar di Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya