Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Kini Sragen Nyatakan KLB DBD

(WJ/DG/JL/N-3)
17/1/2019 04:45
Kini Sragen Nyatakan KLB DBD
(MI/Widjajadi)

SETELAH Kabupaten Manggarai Barat, NTT, kini Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menyatakan kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Terjadi lon-jakan jumlah pende­rita DBD dalam dua pekan terakhir.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan sampai kemarin sore penderita DBD meningkat drastis. Ada 188 warga terjangkit DBD di 19 kecamatan, atau naik 77 kasus dari saat diumumkan KLB pada Selasa (15/1) sebanyak 111 dengan dua meninggal.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Y Agus Sudarmanto menambahkan, peningkatan jumlah kasus terutama pada Selasa (15/1) yang naik dari 111 kasus DBD menjadi 170 kasus. Sampai kemarin hingga pukul 15.30 terjadi lonjakan 18 kasus. “Mudah-mudahan dengan berbagai upaya yang kita lakukan, tidak terjadi lonjakan yang signifikan di kemudian hari,” imbuh Agus.

Pihaknya, jelas Agus, menggalakkan jumantik untuk melaksanakan pembe-rantasan sarang nyamuk, yakni dengan mengubur, menguras, dan memberi abate tempat yang memungkinkan berkembang biaknya nyamuk.

Bupati Yuni juga sudah memerintahkan dinas kesehatan kabupaten untuk membuat Posko Siaga DBD di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten sebagai upaya untuk mengurangi dan meminimalkan jatuhnya korban.

DBD juga mulai menyerang warga Kota Cimahi, Jawa Barat. Sepanjang Januari ini sudah 12 orang terjangkit oleh virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti ini, satu orang di antaranya meninggal dunia. Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurakhman, mengatakan, untuk mencegah bertambahnya kasus DBD, pihaknya terus mengimbangi agar warga jangan membiarkan adanya genangan air di mana pun.

“Tahun kemarin, total warga yang terserang DBD mencapai mencapai 292 orang. Dua orang di antaranya meninggal,” katanya.

Di Kabupaten Manggarai Barat, pa-sien DBD terus bertambah. Rata-rata ada lima pasien DBD setiap hari dirawat di RSUD Pratama Komodo. Pasien dirujuk dari berbagai puskesmas di wilayah Manggarai Barat dan dari Labuan Bajo.

Dirut RSUD Pratama Komodo Mikael Yaman mengatakan sejak September 2018 hingga Januari 2019 terdapat 600 pasien DBD yang dirawat. Puncaknya Desember 2018 hingga Januari 2019 saat ini.

Fasilitas termasuk obat-obatan untuk pasien DBD, menurut Mikael, sudah memadai. Sebelumnya, pihak RSUD Pratama Komodo kewalahan menangani pasien DBD. “Semua ruang dijadikan kelas 3. Jadi, tidak ada kelas 1 atau 2 di RS kami. Stok obat-obatan (DBD) juga memadai setelah Bupati Mabar menyatakan KLB DBD. Tenaga medis juga sudah dibagi sif menangani pasien DBD,” tandasnya. (WJ/DG/JL/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik