Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Tersangka Dibayar Rp150 Ribu untuk Rusak Atribut Partai Demokrat

Rudi Kurniawansyah
17/12/2018 21:20
Tersangka Dibayar Rp150 Ribu untuk Rusak Atribut Partai Demokrat
(Ist)

POLDA Riau akhirnya menetapkan tersangka HS (Heryd Suanto), 22, atas kasus perusakan atribut Partai Demokrat di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau. Selain itu, polisi juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu KS dan MW, untuk kasus perusakan atribut Partai PDIP di wilayah Tenayan Raya Pekanbaru.

"Kami sudah lakukan penyidikan dan kita tetapkan tersangka," ungkap Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo di Pekanbaru, Senin (17/12).

Menurut Kapolda, ketiga tersangka dari dua perkara itu ditangani Polresta Pekanbaru. Ketiganya dilakukan penahanan karena ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Mereka juga dijerat dengan Pasal 170 KUHP Jo 406 tentang perusakan.

"Adapun motif pelaku dijanjikan dibayar Rp150 ribu. Itu saja. Tidak ada
motif lain-lain," tegas Kapolda.

Oleh karena itu, lanjut Kapolda, kasus tersebut dianggap selesai. Namun, polisi akan terus mengusut siapa dalang dan otak menjanjikan uang untuk tersangka. "Ada seseorang yang menjanjikan. Itu masih dalam penyelidikan. Kemungkinan akan ada tersangka lainnya," ungkap Kapolda.

HS mengungkapkan pengakuan dalam video amatir saat tertangkap tangan. Ia disuruh seseorang bernama Budi Toyo,  simpatisan PDIP. Kapolda menegaskan hal itu telah masuk dalam materi penyelidikan. "Biarkan penyidik kami bekerja dulu," ujarnya.

Heryd Suanto diketahui merupakan sarjana lulusan perguruan tinggi negeri terbesar di Riau pada 2016 lalu, yaitu dari Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.

Pemuda lajang yang kini bekerja serabutan dan menjual rempah-rempah di Pasar Cik Puan, Pekanbaru, itu juga menjadi manager klub motor HMR Pekanbaru.

Dari penelusuran jejak digital blog Heryd Suanto di hersu-hmr.blogspot.com diketahui HMR Racing team dibentuk pada 23 Juli 2011. Klub motor ini beranggotakan sebanyak 38 orang.

Namun, tidak diketahui apakah klub motor pelaku perusakan tersebut di bawah naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Riau yang sejak 2011 hingga sekarang diketuai Agung Nugroho. Kebetulan, Agung Nugroho merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Pekanbaru.

Ayah kandung Heryd, Hermanto, 58, mengatakan anaknya melakukan tindakan perusakan atribut Partai Demokrat bersama teman-temannya. "Anak saya dibonceng temannya bernama Andika. Ada lagi Fajar dan Budi. Kata anak saya, mereka ketika itu berjumlah 35 orang," papar Hermanto.

Hermanto menambahkan, anaknya sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan rempah-rempah di Pasar Cik Puan. Kadang kala, Heryd juga menjadi juru parkir di kawasan bekas MTQ Jalan Sudirman Pekanbaru. Berbagai macam kerja serabutan untuk mendapatkan uang dilakoni Heryd.

"Saya tidak tahu siapa yang menyuruh perusakan. Dia belum mau cerita. Mungkin takut diancam. Saya minta polisi untuk mengusut siapa yang menyuruh anak saya," ungkapnya. (A-2)

Berita terkait : Pahami Kekesalan SBY, TKN Dorong Polisi Usut Tuntas Perusakan Atribut



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya