Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Gempa Sesar Sumatra Guncang Sumbar

Yose Hendra
16/12/2018 14:10
Gempa Sesar Sumatra Guncang Sumbar
(Ilustrasi alat pendeteksi gempa. Medcom.id)

GEMPA bumi mengguncang wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam sekitarnya, Sumatra Barat, Minggu (16/12), pukul 00.07 WIB. Gempa bersumber dari sesar atau patahan Sumatra.

Dari hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, diperoleh parameter gempabumi dengan kekuatan M=2.9.

Pusat gempabumi ini berada di darat pada koordinat 0.38 Lintang Selatan dan 100.46 Bujur Timur, sekitar 11 Kilometer Timur Laut Padang Panjang, pada kedalaman 5 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Silaing Bawah, Kota Padang Panjang, Irwan Slamet, mengatakan berdasarkan laporan dari masyarakat, guncangan tersebut dirasakan di Bukittinggi dan Kabupaten Agam berkisar sekitar I-II MMI.

"Jika kita memperhatikan letak sumber gempabumi tersebut dengan kedalaman hiposenter yang dangkal ini mencirikan sebagai aktifitas sesar  Sumatra, khususnya segmen Sianok," tandasnya.

Segmen Sianok memanjang dari sisi timur danau Singkarak melewati sisi Barat Daya Gunung Marapi hingga Ngarai Sianok, panjang segmen ini sekitar 90 km.

Menurut Irwan, gempa terbesar di segmen itu pernah tercatat pada tanggal 4 agustus 1926 sebesar 6,8 SR, dengan pusat hancuran antara Bukittinggi dan Danau Singkarak.

 

Baca juga: Anggaran Bencana Jateng Bertambah

 

Dia menambahkan, data terbaru mencatat bahwa 6 Maret 2007 terjadi dua kali gempabumi dengan magnitudo 6.4 SR dan 6.3 SR dan juga gempabumi merusak pada segmen ini yang mengakibatkan kerusakan di Batusangkar, Padang Panjang dan Solok.

"Segmen Sianok mempunyai kecepatan pergeseran 23 mm/tahun dengan tipe pergeseran strike-slip (mendatar)," ujarnya.

Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan.

"Sehubungan dengan kejadian gempabumi disekitar Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam dihimbau agar tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan bahwa gempa bumi setiap saat dapat terjadi," ungkap Irwan. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya