Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Produksi Padi di Bali Turun akibat El Nino

Arnoldus Dhae
06/11/2015 00:00
Produksi Padi di Bali Turun akibat El Nino
(MI/RAMDANI)
BADAN Pusat Statistik Bali merilis produksi padi pada tahun 2015 berdasarkan angka ramalan II (Aram II) diperkirakan sebesar 850.965 ton atau turun 9.979 ton GKG (0,81 persen) dibandingkan tahun 2014 sebesar 857.944 ton GKG.

Kepala BPS Provinsi Bali, Panusunan Siregar menyatakan penurunan produksi padi diperkirakan terjadi di 5 kabupaten yakni Buleleng, Tabanan, Badung, Bangli, dan Karangasem.

“Penyumbang produksi padi tertinggi berasal dari Tabanan sebesar 24,33 persen, kemudian Gianyar 22,75 persen dan Buleleng sebesar 14,80 persen. Sebaliknya, penyumbang produksi padi terendah adalah Kota Denpasar sebesar 3,16 persen saja,” ucap Panusunan di Denpasar, Jumat (6/11).

Sementara itu, untuk produksi jagung di tahun 2015 diperkirakan sebesar 36.124 ton pipilan kering atau turun 4.489 ton pipilan kering (11,05 persen) dibandingkan tahun 2014 sebesar 40.613 ton pipilan kering. Luas panen 2015 diperkirakan turun 1.828 hektar atau sekitar 10,96 persen. Sedangkan untuk produktivitas 2015 diperkirakan turun sebesar 0,03 kwintal/hektar (0,12 persen).

Penurunan produksi jagung diperkirangan terjadi di 5 kabupaten/kota yakni Bangli, Buleleng, Karangasem, Gianyar dan Denpasar. Sedangkan peyumbang produksi jagung pipilan kering tertinggi berasal dari Buleleng (45,79 persen), Karangasem sebesar 22,90 persen dan Klungkung sebesar 14,56 persen.

Untuk produksi kedelai tahun 2015 diperkirakan sebesar 6.953 ton biji kering atau turun 1.234 ton biji kering (15,07 persen) dibandingkan tahun 2014 sebesar 8.187 ton biji kering. Penurunan produksi kedelai ini terjadi di 6 kota kabupaten/kota yakni Jembrana, Gianyar, Denpasar, Tabanan, Karangasem dan Buleleng. Penyumbang produksi terbesar berasal dari Jembrana (30,68 persen), sedangkan produksi terendah berada di Buleleng sebesar 0,09 persen.

Sedangkan menurut BPS Pusat, produksi padi tahun 2015 diperkirakan naik sebesar 5,85 persen dibandingkan produksi tahun 2014. Produksi padi diperkirakan naik 4,15 juta ton dibandingkan tahun 2014. Secara total, produksi padi berdasarkan ARAM II diperkirakan sebesar 74,99 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Terjadi koreksi penurunan dibandingkan ARAM I sebesar 75,5 juta ton hampir 600.000an ton.

“Terjadi koreksi penurunan dibandingkan ARAM I yang sebesar 75,5 juta ton hampir 600.000 ton,” ungkap Kepala BPS Pusat Suryamin.

Koreksi produksi padi pada ARAM II ini pun belum memperhitungkan dampak El Nino untuk produksi September hingga Desember. Hal ini diakibatkan estimasi produksi padi berdasarkan ARAM II dihitung dengan dasar luas tanam pada bulan Juli-Agustus 2015.

Menurut data nasional, Bali mengalami penuruan sebesar 0,81 persen. Penurunan produksi ini disebabkan adanya musim kemarau yang cukup panjang atau El Nino.

El Nino yang menyerang sejumlah daerah di Indonesia ini mempengaruhi produksi padi, jagung dan kedelai termasuk Bali. Beberapa provinsi yang mengalami penurunan produksi padi dibandingkan tahun 2014 yaitu Jambi (turun 15,52 persen), Kepulauan Riau (turun 13,47 persen), DKI Jakarta (turun 10,5 persen), Jawa Barat (turun 4,02 persen) serta Bali (turun 0,81 persen). (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya