Antisipasi Bencana, Perbaikkan Tanggul Bengawan Longsor Hampir Tuntas
M Yakub
06/11/2015 00:00
(Antara)
PERBAIKAN tanggul utama Bengawan Solo di Desa Kedungrojo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jatim, yang mengalami longsor sepanjang sekitar 100 meter hampir tuntas dikerjakan. Perbaikan tanggul secara permanent dengan pemasangan tiang pancang itu membuat warga sekitar senang. Sebab, pada musim penghujan mendatang mereka terhindar dari banjir besar yang meresahkan.
Pada musim penghujan tahun lalu, tanggul utama Bengawan Solo di Desa Kedungrojo, mengalami longsor akibat terjangan arus Bengawan Solo. Pantauan Media Indonesia, hari ini, menunjukkan upaya perbaikkan tanggul Bengawan Solo yang mengalami longsor telah dilakukan dalam beberapa bulan lalu.
Tanggul utama Bengawan Solo di Desa Kedungrojo ini, diperbaiki secara permanen. Yakni, dilakukan dengan memasang sejumlah tiang pancang.
"Sudah dikerjakan sekitar 3 bulan lalu. Kini, mendekati selesai," terang Sunardji, warga setempat kepada Media Indonesia, Jumat (6/11).
Warga sepanjang bantaran sungai itu mengaku lega. Sebab, lahan dan permukimannya bakal terhindar dari bencana banjir karena tanggul utama bengawan di sekitar kampungnya bakal segera selesai diperbaiki.
"Terus terang, dulu kami sangat resah. Kkawatir banjir akibat tanggul jebol menerjang wilayah kami," tandasnya.
Sebab, kata dia, jika tanggul Bengawan Solo di Desa Kedungrojo tersebut jebol, dipastikan ribuan hektare lahan pertanian dan puluhan ribu rumah di Kecamatan Plumpang, Widang, dan Rengel terendam banjir.
"Kami lega, tanggul hampir selesai diperbaiki," tambah Warjo, warga lainnya.
Ia juga menambahkan ribuan petani di kecamatannya juga merasa senang dengan hampir tuntasnya perbaikan tanggul tersebut. Sebab, dengan kuatnya tanggul itu, lahan tanamannya juga terhindar dari bencana banjir luapan Bengawan Solo.
Dia mencontohkan, pada penghujan tahun lalu, saat tanggul itu kritis, ribuan warga dari berbagai desa berusaha memperkuat tanggul itu. Hal itu dilakukan agar tanggul tidak jebol karena gerusan arus. Bahkan, puluhan warga rela berjaga untuk mengantisipasi tanggul jebol. Apalagi, lanjut dia, saat itu ribuan hektare tanaman padi di sekitar kawasan itu siap panen. "Setidaknya sekarang aman," pungkasnya.
Dari data yang dihimpun Media Indonesia menyebutkan, tanggul Bengawan Solo di sejumlah kawasan di Kabupaten Tuban dalam kondisi kritis. Di antaranya, tanggul utama Desa Bandungrejo, dan tanggul Desa Kedungrojo, Kecamatan Plumpang yang menglami longsor.
Selain itu, tanggul Dusun Mandungan, Desa/Kecamatan Widang sepanjang 100 m yang longsor serta tanggul Dusun Blimbing, Desa Banjararum, Kecamatan Rengel, yang sliding sepanjang 300 m. Khusus untuk tanggul Dusun Blimbing, Desa Banjararum, Rengel, terhitung lebih dari empat kali mengalami longoran sejak 2013 lalu.
Bahkan, pada longsoran terakhir yang terjadi pada dua pekan lalu mengakibatkan dua unit rumah warga setempat terpaksa dipindahkan. Longsoran sepanjang 50 meter dengan kedalaman 2 meter itu juga membuat warga resah. Soalnya, warga khawatir tanggul Bengawan Solo terancam ambrol ke permukiman warga. Apalagi, tanggul yang longsor itu sudah menjadi rongga tanah memanjang.
Warga mensinyalir, longsoran ini disebabkan adanya gerusan arus Bengawan saat banjir pada akhir 2013 lalu. Selain itu, juga diperparah dengan adanya aktivitas penambangan pasir secara mekanik yang tidak jauh dari lokasi longsoran. (Q-1)