Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Sungai Surut, Harga Ikan Keramba di Palangkaraya Melonjak

Surya Sriyanti
03/11/2015 00:00
Sungai Surut, Harga Ikan Keramba di Palangkaraya Melonjak
(ANTARA/Wahyu Putro A)
KEMARAU panjang membuat debit air di Sungai Kahayan, yang melintas di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, surut dan keruh. Kondisi itu membuat usaha ikan keramba terpengaruh.

Dampaknya harga ikan keramba pun meningkat. Harga ikan nila, patin, dan mas, pun naik hingga 70%, dari biasanya Rp25 ribu menjadi Rp43 ribu per kilogram.

Di Pasar Kahayan dan Pasar Besar, Kota Palangkaraya, hanya sedikit pedagang yang menjual ikan keramba. Jumlah ikan yang mereka juga sangat terbatas.

"Stok ikan sedikit, dan harganya juga mahal. Karena Sungai Kahayan surut sejak setengah bulan terakhir, pasokan ikan keramba pun jauh berkurang," papar Hanafi, pedagang ikan di Pasar Kahayan.

Ia mengungkapkan, kurangnya air membuat sungai keruh, dan ikan pun banyak yang mati. Kebanyakan warga juga menolak membeli ikan yang sudah mati.

Hanafi mengaku pada kondisi normal ia bisa menjual ikan keramba hingga 150 kilogram per hari. Namun, dua pekan ini, ia hanya bisa mendapat 50 kilogram ikan keramba untuk dijual.

Meski harga ikan keramba naik, warga tetap membeli. "Biar mahal saya tetap beli karena sudah biasa mengonsumsi ikan keramba. Jumlahnya saja yang dikurangi, sesuai kemampuan keuangan kami," tutur Masniah, warga Mendawai, Palangkaraya. (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya