Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK sembilan titik tanggul Bengawan Solo di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dalam kondisi kritis. Hal ini diketahui usai BPBD melakukan pengecekkan tanggul dari hulu hingga hilir bengawan di kabupaten setempat.
"Iya, ini setelah kita susur sungai Bengawan solo wilayah Tuban," kata Kalaksa BPBD Tuban, Joko Ludiyono, Senin (3/12) pagi.
Penelusuran tanggul kritis itu, lanjut dia, sebagai upaya mitigasi bencana menghadapi musim hujan yang mulai berlangsung. Sembilan titik kritis itu, di antaranya tanggul utama Bengawan Solo di Dusun Blimbing, Desa Banjararum, Kecamatan Rengel yang ambles sepanjang 300 meter dengan kedalaman 1,5 meter dan lebar 3 meter.
Kemudian juga tanggul Bengawan Solo di Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang serta tanggul Dusun Mandungan, Kecamatan Widang. Semua tanggul kritis itu, baru dilakukan perbaikan secara darurat. Bahkan, tanggul Bengawan di Desa Banjararum baru dilakukan perbaikan secara darurat akhir 2011 lalu.
Baca Juga:
BBWS Citarum Perbaiki Tanggul Rusak di Karawang
Namun, tanggul pada titik ini seringkali mengalami ambles hingga lima kali. Akivitas tambang pasir mekanik di sekitar lokasi disinyalir menjadi pemicu longsornya tanggul utama tersebut.
BPBD kemudian berkoordinasi dengan Balai Besar Bengawan Solo (BBWS).
"Sudah. Kita koordinasikan dengan BBWS. Saat ini kami menunggu respon BBWS. Sebab, itu menjadi kewenangan BBWS," jelasnya.
Koordinasi dilakukan juga sebagai upaya merinci berbagai kemungkinan bencana yang terjadi pada musim hujan. Termasuk mengidentifikasi tanggul Kali Kening yang masih dalam kondisi kritis akibat longsor pada banjir tahun sebelumnya. Saat ini, masih ada sejumlah tanggul sungai yang rusak akibat longsor dan dalam proses perbaikan darurat.(OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved