Sabtu 10 November 2018, 11:35 WIB

Risma: Parade Surabaya Juang tetap Digelar

Antara | Nusantara
Risma: Parade Surabaya Juang tetap Digelar

MI/SUSANTO
WALI Kota Surabaya Tri Rismaharini

 

WALI Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan teatrikal "Parade Surabaya Juang" yang akan digelar mulai dari Viaduk Tugu Pahlawan hingga Taman Bungkul pada Minggu (11/11) tetap akan digelar meski terjadi insiden "Surabaya Membara" pada Jumat (9/10) malam.
  
"Tetap digelar. Kalau kita yang menggelar selalu melibatkan tidak hanya pihak kepolisan, Satpol PP melainkan juga guru-guru dilibatkan," kata Tri Rismaharini usai upacara Hari Pahlawan di Taman Surya, Surabaya, Sabtu (10/11).
  
Menurut Risma, pihaknya ingin menjadikan peringatan 10 November sebagai suatu kebangkitan untuk terus memompa semangat anak-anak Surabaya.   

"Karena ke depan itu itu berat. Kalau anak-anak tidak punya daya juang, mereka akan kalah bersaing di era persaingan global," katanya.
  
Saat ditanya apakah ada konsep yang diubah dalam "Parade Surabaya Juang" tahun ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi insiden serupa dengan "Surabaya Membara", Risma dengan tegas mengatakan tidak ada perubahan.
  
"Tidak ada perubahan. Tapi saya tidak hafal perkembangannya sampai saat ini," katanya.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser sebelumnya mengatakan bahwa ada perubahan konsep dalam "Parade Surabaya Juang" menyusul insiden "Surabaya Membara".
  
"Usai upacara kami rapat koordinasi membahas hal itu. Yang jelas ada beberapa titik yang akan dijadikan kegiatan teatrikal. Salah satu titik di viaduk Tugu Pahlawan kemungkinan akan ditiadakan," katanya.
  
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto sebelumnya mengatakan acara "Surabaya Membara" yang mengakibatkan tiga orang meninggal dan belasan orang luka-luka, bukan kegiatan dari Pemkot Surabaya.     

"Tidak ada permintaan pengamanan dan kesehatan dari Pemkot Surabaya. Dari kami tidak ikut terlibat," katanya.

 

Baca juga: Rel Kereta Api bukan Tempat Umum
  

Meski demikian, lanjut dia, Pemkot Surabaya ikut membantu evakuasi para korban yang terluka untuk dibawa ke rumah sakit  dan melakukan pendataan para korban meninggal dan terluka agar bisa dihubungkan dengan pihak keluarga.
  
Menurut dia, kejadian tersebut berawal dari penonton yang melihat Surabaya Membara dari atas viaduk yang berdekatan dengan rek kereta api. Namun, lanjut dia, pada saat kereta api melewati viaduk tersebut belasan terjatuh dari atas viaduk.
  
Data sementara yang dihimpun atas kejadian tersebut yakni tiga orang meninggal, 12 orang dirawat ke RSUD Soewandhie, empat dirawat di RSUD Soetomo dan tiga orang dirawat ke RS PHC. (OL-3)

Baca Juga

MI/Humas Pemkot Ternate

Berbeda dengan Kementrian Agama, Pemkot Ternate Tetapkan Salat Iduladha pada 9 Juli

👤Hijrah Ibrahim 🕔Selasa 05 Juli 2022, 10:31 WIB
"Kami memutuskan pelaksanaan Salat Iduladha jatuh pada Sabtu (9/7) karena umat muslim di Kota Ternate meyakini 10 Zulhijjah jatuh pada...
MI/John Lewar

Sandiaga Sebut Harga Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,7 Juta Masih Dibahas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 05 Juli 2022, 07:56 WIB
Selain mengutamakan nilai-nilai konservasi dan keberlanjutan lingkungan, wacana itu juga mempertimbangkan beban sementara atau carrying...
MI/Lilik Darmaswan

Cuaca Buruk, Ratusan Nelayan di Aceh Barat tidak Melaut

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 05 Juli 2022, 06:00 WIB
Dampak tingginya gelombang laut juga menyebabkan nelayan tidak berani beraktivitas di laut, karena ketinggian gelombang yang mencapai empat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya