Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Sudah Waktunya Bali Mandiri Energi

Aries Wijaksena
05/9/2018 20:20
Sudah Waktunya Bali Mandiri Energi
(dok pribadi)

TOKOH masyarakat Bali I Nyoman Parte mengatakan sudah waktunya Bali mandiri di bidang energi. "Kita harus ambil pelajaran peristiwa black out yang sudah terjadi beberapa kali. Sudah waktunya Bali mandiri energi," kata Parte di Bali, Rabu (5/9).

Anggota DPRD Bali dari Fraksi PDIP ini pun mengatakan ketergantungan listrik yang bersumber di Pulau Jawa dalam jangka panjang tidak menguntungkan. "Distribusi dengan jarak yang jauh, bukan saja rentan black out, tapi  juga tinggi biaya produksi," katanya.

"Pada jangka panjang kebutuhan listrik di Bali tidak akan cukup jika terus mengandalkan dari Pulau Jawa," lanjutnya.

Politisi dari Desa Guwang, Gianyar, Bali ini pun mendapat banyak masukan dari masyarakat atas padamnya listrik di Pulau Bali selama berjam-jam pada Rabu (5/9) siang.

Lokasi rekreasi Hidden Canyon di Desa Guang, Gianyar pun terganggu akibat padamnya listrik tersebut. "Sebagai daerah kunjungan wisata, black out sangat merugikan. Di Hidden Canyon Beji Guwang, wisatawan tidak bisa mandi setelah berbasah dan berkeringat melewati tebing dan sungai. Listrik padam membuat air untuk mandi tidak berfungsi," katanya.

Wakil ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Anak Agung Adhi Ardhana mengatakan, pemadaman total akan berdampak buruk pada pariwisata Bali. "Pemadaman total selama beberapa jam jelas berdampak buruk bagi pariwisata Bali," kata Ardhana
 
Parte pun menyatakan akan meminta pemerintah pusat supaya membangun infrastruktur pembangkit listrik di Pulau Bali. "Kami sangat butuh itu. Bali harus punya pembangkit listrik tapi harus yang ramah lingkungan." (A-4)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya