Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Terduga Teroris Melarikan Diri

Abdus Syukur
05/7/2018 15:32
Terduga Teroris Melarikan Diri
Mobil tim penjinak bom dari Gegana tiba di lokasi kejadian.(MI/ABDUS SYUKUR)

PELAKU terduga teroris dalam peristiwa ledakan bom di lingkungan Gajah, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jatim, berhasil melarikan diri menggunakan motor Terduga bernama Anwar bin Abdullah, 50, asal Pandeglang Banten tinggal di rumah kontrakan milik Saprayani, bersama istrinya Dina Rohana, 40, asal Gempeng Bangil dan seorang anaknya, 6, yang menjadi korban ledakan.

Dari kesaksian warga, Idi Suryanto, 46, (Didit) diperoleh keterangan, terjadi empat kali ledakan keras, sekali di dalam rumah dan tiga kali di halaman rumah, saat pelaku meloloskan diri.

"Awalnya saya kira ledakan tabung gas LPG. Saya datangi ternyata bau belerang sangat menyengat, banyak pecahan paku dan pelor yang berserakan. Saya bersama warga yang lain, sempat menolong Anwar (terduga). Saya rangkul dan berjalan, banyak darah di bajunya bagian dada," kata Didit yang rumahnya 3 rumah atau sekitar 20 meter dari lokasi ledakan.
Setelah menolong Anwar, Didit dan warga lain berupaya menolong anak anak Anwar yang mengalami luka-luka di wajah, serta istrinya yang tidak diketahui namanya juga mengalami luka-luka.

Warga akhirnya membawa dua korban ke rumah sakit Masyitoh Bangil, agar mendapat perawatan.

Mengetahui anak dan istrinya terluka, Anwar sambil menangis bermaksud menyusul istrinya ke rumah sakit. Namun warga mencegahnya dan meminta Anwar menunggu saja di rumah. Karena warga juga melaporkan ledakan itu ke polisi.

"Karena dilarang menyusul, Anwar kembali ke rumahnya dan ternyata hendak keluar lagi dengan membawa bom. Dia mengancam warga dan masih dalam rumah sempat meledakkan bom sekali. Nah waktu meledak itu, dia sempat terjatuh dan warga lari ketakutan," Firman Andri yang sempat menolong Anwar mencabuti pecahan kaca dari tubuhnya.

Mengetahui warga melarikan diri, Anwar kabur dari rumahnya dengan mengendarai motor. Dia juga membawa tas rangsel di belakangnya.

Saat hendak lari dengan motornya, waktu itu Kapolsek Bangil, Kompol Muhammad Iskak baru saja tiba di sekitar lokasi kejadian. Mengetahui ada polisi, Anwar kembali melemparkan bom.

"Refleks saya menghindar dan dua bom meledak didekat saya jarak sekitar 3 meter. Saya masih kaget dan warga mengejar pelakunya dengan melemparkan batu hingga bambu. Malahan ada yang sempat menembaknya dengan senapan angin," ujar Kompol Iskak.

"Karena lari, warga berupaya mencegahnya. Malahan Widodo (tetangga), menembaknya dengan senapan angin dan mengenai tubuhnya. Warga yang lain ada yang melempari batu dan ada juga yang melemparnya dengan bambu," imbuh Didit.

Bukan hanya warga, Kapolsek Bangil, Kompol Muhammad Iskak, juga sempat diserang. Meski dihalangi warga, Anwar berhasil lolos melarikan diri. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya