Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Sukabumi menembak dua anggota genk motor Brigez yang menganiaya warga Kota Sukabumi.
"Kami menangkap mereka Senin (4/6) sekitar pukul 14.00 WIB. Itu belum 24 jam setelah mereka menganiaya warga dengan clurit. Kami lakukan penindakan tegas," kata Kapolres Kota Sukabumi AKB Susatyo Purnomo Condro dalam percakapannya dengan Media Indonesia, Selasa (5/6).
Dua anggota genk motor yang ditangkap itu adalah Pramesta Putra alias Mesta, 21, dan Abdul Azis, 18. Ada satu lagi anggota genk motor yang diduga sebagai pelaku pembacokan yang masih buron yaitu Aming, 23.
Mesta disergap polisi saat berboncengan dengan Azis di kawasan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mereka sempat berusaha kabur sambil memacu gas kendaraannya. Enggan kehilangan buruannya, anggota Buser beberapa kali memberikan tembakan peringatan ke udara, namun Mesta tak menggubris.
"Kita terpaksa menembak kaki mereka supaya mereka berhenti. Ini tindakan tegas dan terukur dari anggota kami," kata Susatyo.
Polisi menyita barang bukti berupa satu celurit dan cocor bebek (corbek) yang digunakan pelaku melukai korban. "Pelaku pembacokan yaitu Mesta dan Aming, Adapun Azis berperan membawa motor saat kedua temannya melakukan penyerangan," tutur Susatyo.
Peristiwa pembacokan itu pada Minggu (3/6/2018). Dua korban yang bernama Reyhan (menderita luka di tangan kiri) dan Iqbal (luka di punggung) kala itu sedang berada di kos-kosan di Kampung Subang Kulon, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kota Sukabumi.
"Motifnya sementara tentang dendam karena korban dan pelaku sempat berselisih paham," katanya.
Namun peristiwa pembacokan itu sempat menjadi viral di media sosial. "Meski korban belum membuat laporan, polisi bergerak dan memintai keterangan saksi dan korban," katanya.
Aksi kekerasan yang melibatkan anggota genk motor telah membuat warga resah karena kerap terjadi. Susatyo pun menyatakan akan melakukan tindakan tegas bila kasus seperti ini akan terus berulang. (A-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved