Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pimpinan UGM Tolak Tokoh HTI Jadi Penceramah di Masjid Kampus

Agus Utantoro
19/5/2018 10:05
Pimpinan UGM Tolak Tokoh HTI Jadi Penceramah di Masjid Kampus
Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto(MI/Ramdani)

PIMPINAN Universitas Gadjah Mada menolak juru bicara HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) Ismail Yusanto menjadi pembicara dalam kegiatan Ramadan di Masjid Kampus UGM. Nama Ismail Yusanto kemudian dicoret dari daftar dan diganti dengan nama lain.

Rektor UGM Panut Mulyono dalam keterangannya, Sabtu (19/5), mengatakan penggantian itu dimaksudkan agar tidak menimbulkan keresahan.

"Kalau kami diamkan akan menimbulkan keresahan," kata Panut.

Panut menjelaskan daftar nama-nama penceramah yang akan dihadirkan dalam kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) di Masjid UGM telah tersebar di dunia maya. Beberapa nama di antaranya memunculkan polemik di tengah masyarakat.

Kabar tentang Jubir HTI Ismail Yusanto menjadi penceramah di Masjid Kampus UGM itu ramai dibicarakan setelah akun twitter @takviri  mengunggah daftar nama-nama penceramah kegiatan Ramadhan di Kampus UGM.

Kendati belum bersedia menyebutkan nama-nama penceramah yang akan diganti, Panut menegaskan penceramah yang berafiliasi dengan rganisasi terlarang tidak diizinkan dihadirkan di Masjid UGM.

"Yang berafiliasi ke organisasi terlarang ya tidak berceramah di Masjid UGM . Jadi yang berafiliasi ke organisasi terlarang pasti kami ganti," tegasnya.

Ia mengaku kecolongan dengan munculnya nama penceramah yang dianggapnya dapat memunculkan polemik.

Menurut dia, pihak rektorat juga kerap melakukan komunikasi dan rapat dengan pihak pengelola Masjid Kampus serta Pengurus Jamaah Shalahuddin UGM, termasuk dalam penjaringan para penceramah yang akan didatangkan.

Secara terpisah, Ketua Jamaah Shalahuddin UGM Kiki Dwi Setiabudi menyebutkan bahwa daftar nama-nama penceramah yang beredar belum resmi.

Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa nama Ismail Yusanto memang telah masuk rencana untuk didatangkan.

"Memang masuk rencana tetapi belum fix," jelasnya.

Menurut dia, panitia RDK tidak berencana mengundang Ismail Yusanto  sebagai jubir HTI. Menurut dia, Ismail rencananya hanya didatangkan sesuai dengan konteks kepakarannya sebagai insinyur. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik