Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
CIVITAS Akademika Universitas Andalas (Unand) berempati atas teror bom di lima titik di Jawa Timur dalam rentang waktu 25 jam. Di bawah pimpinan Rektor Unand Tafdil Husni, Senin (14/5), civitas akademika Unand mengusulkan lima langkah untuk melawan perilaku terorisme.
Tafdil mengatakan tindakan teror tidak boleh mengalahkan kita sebagai sebuah bangsa dan negara. "Ratusan tahun lampau, kita rakyat Indonesia pernah diteror penjajahan. Kita taklukkan teror penjajahan itu dengan bersatu dan menyingkirkan perbedaan. Dengan persatuan yang sama pula kita pasti bisa mengalahkan tindakan teror yang saat ini menyerang Bangsa Indonesia," terangnya.
Universitas Andalas, sebutnya, mengajak seluruh rakyat Indonesia bersama-sama, bersatu-padu melawan perilaku teror dan terorisme melalui 5 langkah kebangsaan yakni bersama-sama bersatu melawan tindakan teror dan ajaran terorisme.
"Lupakan perbedaan politik, suku, agama, dan ras, kita adalah satu; anak bangsa Indonesia," ujarnya.
Kedua, langkahnya adalah saling menjaga antar anak bangsa. "Mari kita menjaga tempat ibadah kita dari ajaran radikalisme, menjaga tempat ibadah saudara-saudara kita sebangsa dari serangan teror, menjaga saudara-saudara dan anak-anak kita dari pengaruh ajaran teror atas dalil apa pun," imbaunya.
Ketiga, lanjut Tafdil, mendukung aparat keamanan untuk melakukan tindakan yang patut secara konstitusional untuk melawan tindakan dan
para pelaku teror.
"Mari bangun kepercayaan penuh kepada kepolisian sebagai institusi negara terdepan yang paling mampu menyelesaikan upaya teror ini," jelasnya.
Keempat, membebaskan kampus-kampus, sekolah-sekolah, dan tempat tempat ibadah dari ajaran radikalisme berbalut agama.
Menurutnya, kepentingan pelaku teror adalah melindungi ajaran sesatnya agar tidak digilas publik. Salah satunya adalah menyembunyikan ajaran sesat itu dengan balutan agama agar tertutupi kesalahannya.
"Untuk itu penting bagi para akademisi dan mahasiswa terpelajar untuk kembali ke tempat-tempat ibadah mengajarkan pesan damai agama untuk melawan paham radikalisme," tuturnya.
Kelima, Tafdil menyerukan, pentingnya membangun kota dan desa atau nagari antiteror. Menurutnya, ajaran sesat terorisme telah menyebar baik di kota hingga desa. Untuk itu perlu segera membentuk kota dan desa/nagari antiteror untuk membuat ajaran terorisme hilang dari bumi Indonesia. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved