Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Unand Ajak Akademisi Tularkan Virus Antiterorisme

Yose Hendra
14/5/2018 19:20
Unand Ajak Akademisi Tularkan Virus Antiterorisme
(ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

CIVITAS Akademika Universitas Andalas (Unand) berempati atas teror bom  di lima titik di Jawa Timur dalam rentang waktu 25 jam. Di bawah  pimpinan Rektor Unand Tafdil Husni, Senin (14/5), civitas akademika  Unand mengusulkan lima langkah untuk melawan perilaku terorisme.

Tafdil mengatakan tindakan teror tidak boleh mengalahkan kita sebagai  sebuah bangsa dan negara. "Ratusan tahun lampau, kita rakyat Indonesia pernah diteror penjajahan. Kita taklukkan teror penjajahan itu dengan bersatu dan menyingkirkan perbedaan. Dengan persatuan yang sama pula kita pasti  bisa mengalahkan tindakan teror yang saat ini menyerang Bangsa Indonesia," terangnya.

Universitas Andalas, sebutnya, mengajak seluruh rakyat Indonesia  bersama-sama, bersatu-padu melawan perilaku teror dan terorisme melalui  5 langkah kebangsaan yakni bersama-sama bersatu     melawan tindakan teror dan ajaran terorisme. 

"Lupakan perbedaan politik, suku, agama, dan ras, kita    adalah satu; anak bangsa Indonesia," ujarnya.

Kedua, langkahnya adalah saling    menjaga  antar anak bangsa. "Mari kita  menjaga tempat ibadah kita dari ajaran radikalisme, menjaga tempat  ibadah saudara-saudara kita sebangsa dari serangan teror, menjaga  saudara-saudara dan anak-anak kita dari pengaruh ajaran    teror atas dalil  apa pun," imbaunya.

Ketiga, lanjut Tafdil, mendukung aparat keamanan untuk melakukan  tindakan yang patut secara konstitusional untuk melawan tindakan dan 
para pelaku teror.

"Mari bangun kepercayaan penuh kepada kepolisian sebagai institusi  negara terdepan yang paling mampu menyelesaikan upaya teror ini,"  jelasnya.

Keempat, membebaskan kampus-kampus, sekolah-sekolah, dan tempat tempat  ibadah    dari ajaran radikalisme   berbalut agama.

Menurutnya, kepentingan    pelaku    teror adalah melindungi    ajaran sesatnya agar tidak digilas publik. Salah satunya adalah menyembunyikan ajaran  sesat itu dengan balutan agama agar tertutupi kesalahannya.

"Untuk itu penting bagi para akademisi dan mahasiswa terpelajar untuk  kembali ke tempat-tempat ibadah mengajarkan pesan damai agama untuk  melawan paham radikalisme," tuturnya.

Kelima, Tafdil menyerukan, pentingnya membangun    kota dan desa atau  nagari antiteror. Menurutnya, ajaran sesat terorisme telah menyebar baik di kota hingga  desa. Untuk itu perlu segera membentuk kota dan desa/nagari antiteror  untuk membuat ajaran terorisme    hilang    dari bumi Indonesia. (A-5)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya