Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kesehariannya di mata warga di lingkungan Perum Wisma Indah di Jl Wonorejo Selatan, Kecamatan Rungkut Surabaya, Jawa Timur, Dita Oepriarto adalah sosok biasa saja.
Tidak ada hal menonjol yang dilakukan pemilik rumah di Blok K 22 RT 2 RW 3 tersebut, bersama istri dan keempat anaknya, yang membuat keluarga itu patut dicurigai sebagai jaringan kelompok teroris.
Sehari-hari, kehidupan keluarga Dita dan keluarganya dianggap biasa saja oleh para tetangganya. Namun anggapan itu sontak buyar dan membuat warga di lingkungan perumahan itu gempar, setelah mendengar kabar bahwa pelaku peledakan tiga gereja di Surabaya adalah Dita bersama istri serta keempat anaknya.
Saiman, 60, penjaga keamanan di Perum Wisma Indah menuturkan, Dita rutin mengayuh sepeda pancalnya setiap pagi bersama anak-anaknya. Bahkan Dita tidak malu untuk bepergian sendiri ke pasar untuk belanja berbagai kebutuhan keluarga maupun untuk usahanya.
"Setiap pagi dia bersepeda pancal bersama anak-anaknya. Bahkan dia ke pasar juga bersepeda untuk belanja maupun membeli bahan buat usahanya. Dia membuat minyak bawang," kata Saiman, Minggu (13/5).
Dita bersama istri dan keempat anaknya, sebelumnya adalah warga asal Banyuwangi. Mereka pindah dan menempati rumahnya sejak 2010 lalu.
Para tetangganya tidak menyangka jika Dita bersama keluarganya menjadi pelaku peledakan tiga gereja di Surabaya. Sebab, Minggu (13/5) subuh sebelum terjadi ledakan Dita berasama keluarganya masih ikut berjemaah salat Subuh di Musala Al Ihlas di lingkungan Perum Wisma Indah.
"Subuh tadi masih ikut salat berjemaah di musala. Dia dan keluarganya memang rutin berjaemaah salat Subuh bersama warga yang lain. Orangnya juga ramah dan tidak tertutup," kata seorang tetangganya, Punjung Susilo.
Berbeda dengan Dita, sang istri diketahui lebih tertutup oleh para tetangganya. Bahkan istri Dita yang kesehariannya menggunakan cadar penutup wajah ini, dalam dua bulan terakhir tidak pernah berkumpul dengan ibu-ibu PKK di lingkungannya.
Warga baru mengetahui Dita dan keluarganya menjadi terduga pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya, setelah Densus 88 berhasil melacak jejaknya sekitar pukul 18.00 WIB. Selanjutnya warga gempar dan lingkungan di Perum Wisma Indah itu pun diwarnai ketegangan.
Pasalnya, mereka segera disuruh keluar mengosongkan rumahnya masing-masing, lantaran di rumah Dita diperkirakan terdapat bom high explosive yang sewaktu-waktu mudah meledak.
Sontak pada pukul 19.00 WIB warga segera mengosongkan rumahnya masing-masing dengan terburu-buru. Bahkan nampak seorang ibu yang terpaksa keluar rumah bersama suami dan anak-anaknya hanya dengan menggunakan daster yang acak-acakan. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved