Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pascateror Bom di Surabaya, Pengamanan Gereja di Daerah Diperketat

MICOM
13/5/2018 20:29
Pascateror Bom di Surabaya, Pengamanan Gereja di Daerah Diperketat
(ANTARA)

PENGAMANAN 153 gereja yang tersebar di Kota Makassar diperketat pascateror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Pengamanan dilakukan Brigade Mobile (Brimob) Polda Sulawesi Selatan dengan melakukan pengawalan ekstra ketat.

"Kita hanya ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan menciptakan situasi aman dan nyaman agar semua bisa beraktivitas, bisa beribadah dengan tenang," jelas Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Adeni Muhan di Makassar.

Adeni Muhan meminta kepada semua jemaat kristiani agar tetap tenang dalam menjalankan ibadah dan mendoakan agar insiden teror bom tidak lagi terjadi.

"Kita sama-sama waspada, kalau ada yang mencurigakan laporkan ke kami. Kita tetap berusaha sambil berdoa kepada Tuhan agar terhindar dari marabahaya," kata dia yang didampingi Kapolrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar itu meninjau beberapa gereja di Makassar.

Kombes Irwan Anwar menyatakan jika pihaknya mengerahkan 2.470 personel untuk menjaga ketat 153 gereja yang ada di penjuru ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini.

"Kita sudah kerahkan sekitar 2.470 personel dan kita sebar di 153 gereja yang ada di wilayah hukum kami. Kita tidak mau ada warga yang merasa tidak aman, makanya kita kerahkan banyak petugas," katanya.

Anggota Brimob Polda Sulsel bersenjata lengkap terlihat berjaga-jaga di hampir setiap sudut gereja-gereja. Ada pula anggota polisi dari Sabhara Polrestabes Makassar maupun Polsek. Irwan mengatakan personel polisi diterjunkan untuk mengantisipasi terjadinya aksi teroris seperti yang terjadi di sejumlah gereja yang ada di Surabaya.

"Ini adalah langkah antisipasi saja. Pokoknya, ada atau tidak ada teror kita memang harus selalu siaga dan waspada agar masyarakat bisa tenang dalam menjalankan aktivitasnya maupun ibadahnya," ucapnya.

Sementara itu di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Barisan Serbaguna atau Banser GP Ansor bergabung dengan aparat kepolisian dan TNI melakukan pengamanan sejumlah gereja yang ada di itu pascaaksi teror bom di Surabaya.

"Kami menurunkan satu pleton Banser untuk membantu petugas kepolisian dan TNI melaksanakan pengamanan di gereja-gereja pada sore hari ini," kata Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Situbondo, Yogie Krispian Syah di Situbondo, Minggu sore.

Banser turut menjaga keamanan bersama aparat penegak hukum, katanya, guna membantu petugas mempersempit ruang gerak aksi terorisme serta menutup celah tumbuhnya bibit-bibit radikalisme maupun terorisme khususnya di Kabupaten Situbondo.

"Banser menjaga gereja ini juga menjadi jawaban bagi masyarakat yang selama ini bertanya-tanya kenapa Banser menjaga gereja. Karena insiden aksi teror bom di Surabaya itu kita harus tetap waspada," ucapnya.

Sementara Kapolres Situbondo, AKBP Awan Hariono mengatakan beberapa langkah yang dilakukan kepolisian setempat yakni meningkatkan patroli dialogis dan sterilisasi di tempat-tempat ibadah serta melakukan razia kendaraan baik angkutan umum ataupun angkutan barang di Jalur Pantura dengan berkoordinasi dengan Polres lainnya.

Selain itu, lanjut dia, juga memerintahkan personel operasional yang bertugas di lapangan untuk membawa senjata lengkap dengan menggunakan rompi anti peluru sebagai antisipasi adanya ancaman teror pada saat melaksanakan tugas.

Untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, kata Awan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, ulama dan tokoh masyarakat untuk mendukung upaya polisi dalam mengantisipasi aksi teror terjadi di Situbondo.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Banse GP Ansor Situbondo yang juga peduli untuk menjaga kamtibmas. Kita harus bersatu cegah dan antisipasi aksi teroriseme," ucapnya. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya