Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Terduga Teroris di Cianjur, Punya Warung Madu di Pekalongan

Akhmad Safuan
13/5/2018 19:47
Terduga Teroris di Cianjur, Punya Warung Madu di Pekalongan
(Dok. MI)

SUASANA Desa Kalimade, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang tampak lenggang, tiba-tiba menjadi sorotan setelah salah seorang warganya Agus Riyadi, 33, merupakan satu diantara empat terduga teroris yang tewas ditembak petugas Densus 88 dalam sebuah penangkapan di Terminal Pasirgayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Cianjur.

Sebuah rumah berwarna kuning milik orang tua Agus Riyadi di desa tersebut tampak tertutup rapat. Beberapa kali diketuk tidak ada jawaban meskipun terdengar suara dari dalam rumah yang cukup besar itu. Sejumlah warga bergerombol tidak jauh, seibuk membahas topik kasus penembakan terduga teror yang salah satunya ialah warga desa tersebut.

Menurut salah seorang warga, Sudibyo, pihak keluarga Agus Riyadi dan warga sekitar sudah mengetahui peristiwa tewasnya terduga teroris dalam sebuah pengrebekan oleh Densus 88. Namun, sebagian warga seperti tidak percaya dengan kabar itu karena terduga yang dikenal cukup baik, rajin ibadah dan pekerja keras.

Agus membuka usaha di warung madu di depan SMP Negeri 1 Kesesi bersama istrinya Vina Amalina, 32, dan telah dikaruniai dua. Anak pasangan Sutoyo dan Wariyatun itu diketahui warga jarang keluar daerah dan cukup pandai, sehingga kabar kematiannya karena ditembak sebagai terduga teroris cukup mengejutkan.

Hal senada juga diungkapkan Bambang, warga lainnya bahwa keluarga terduga mengetahui khabar itu dari kerabat yang tinggal di Jakarta. "Kami benar-benar kaget apalagi kematian terduga terkait dengan terorisme," tambahnya.

Warga lain Abdul Gofur, 55, mengaku melihat terakhir Agus Riyadi yang tinggal di belakang toko tempat berjualan madu itu pada Rabu (9/5), ketika mau berangkat ke Jakarta mengaku akan mengurus usahanya tersebut.

"Rumah saya dekat dengan rumah orang tua Agus jadi kenal cukup baik keluarga itu, maka jika melihat kegiatan sehari-hari tidak ada yang mencurigakan," kata Abdul Gifur.

Sementara itu istri terduga teroris yakni Sutoyo, 64, dan istrinya Waryatun, 54, dan anak perempuannya Wiwik Kurniawati mengaku tidak menyangka bahwa Agus terlibat jaringan teroris tersebut.

"Kami tidak menyangka bahwa Agus terlibat teroris, karena selama ini tinggal sendiri bersama keluarganya di belakang toko usaha mereka," kata Sutoyo.

Keluarga besar Sutoyo tidak mengetahui kegiatan Agus selama ini, karena mereka tinggal beda rumah dan Agus jarang berkunjung ke rumah orang tua meskipun tidak terlalu jauh. "Sejak menikah dan buka usaha hualan madu dia tinggal bersama istri dan dua anaknya,� tambahnya.

Ia mengatakan saat ini keluarga hanya menunggu pemulangan jenasah, meskipun istrinya seperti tidak mau menerima dan akan dimakamkan di desa ini. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya