Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Mengenal Produk Asli Karawang di TTIC

(Cikwan Suwandi/N-3)
13/4/2018 00:30
Mengenal Produk Asli Karawang di TTIC
(MI/CIKWAN )

ARUM, 29, warga Desa Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Jawa Barat, menenteng karung beras bertuliskan ‘beras karawang’. Dengan raut wajah ceria Arum keluar dari pintu Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Karawang. Sejak dibuka dua hari lalu, TTIC Karawang mulai didatangi warga sekitar untuk berbelanja. Berbagai produk pertanian dan bahan kebutuhan pokok diburu warga sekitar toko.

“Memang harganya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan di pasar. Kalau begini harganya, warga juga senang,” kata Arum, Kamis (12/4). Toko tersebut memang belum ramai karena belum banyak warga yang tahu. Kepala Dinas Pangan Kabupaten Karawang, Kadarisman, optimistis TTIC akan menjadi pilihan warga untuk berbelanja kebutuhan pangan dan pertanian.

“TTIC ini hanya wadah atau tempat sementara untuk membantu memasarkan produk pertanian. Kita akui saat ini masih sebagian besar bekerja sama dengan pihak luar karena keterbatasan modal. Untuk ke depannya kita pastikan hanya produk Karawang. Kita saat ini bekerja sama dengan distributor Indoguna. TTIC Departemen Pertanian dan Departemen Perikanan,” jelas Kadarisman.

TTIC Karawang merupakan rintisan pemangkasan rantai produk pertanian di Karawang. Produk pangan yang dijual di TTIC bersumber dari Karawang dan daerah lain. Namun, dia berharap TTIC menjadi tempat penjualan seluruh produk pertanian dan pangan bersumber dari Karawang.

TTIC juga penampung beras pengembang usaha pangan masyarakat (PUPM) dari 32 gabungan kelompok tani (gapoktan) padi. PUPM merupakan kumpulan petani yang diberi bantuan senilai Rp160 juta. Uang tersebut dibagi jadi dua, yakni untuk operasional Rp60 juta dan Rp100 juta untuk membeli gabah petani.  

Setiap gapoktan ditargetkan harus membeli 32 ton gabah kering panen per tahun. Gabah tersebut dijual untuk Toko Tani Indonesia di Jakarta sebanyak 10 ton, Toko Tani Bandung 5 ton, dan sisanya harus disebarkan kepada 70 toko tani Indonesia di Karawang.
“Terkadang para gapoktan kesulitan mengirim ke Jakarta atau Bandung. Maka itu, bisa dikumpulkan terlebih dahulu di TTIC Karawang. Kami bantu pengirimannya,” terang Kadarisman.

Untuk produk lokal, TTIC juga bekerja sama dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia setempat dalam membuat produk beras karawang. Harga jual bahan pokok pangan seperti beras juga lebih murah daripada di pasar. “Harga beras dijual Rp8.800 per kg. Ada kebijakan ASN Karawang wajib membeli beras asli daerah” ujar Kadarisman. (Cikwan Suwandi/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya