Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BONGKIN, 75, buruh tani di Desa Balareja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sudah tidak memiliki persediaan beras lagi.
Bagian hasil panen terakhir pada November 2017 sudah ludes dikonsumsi.
"Sekarang saya harus membeli beras. Sulit mendapatkan beras medium, kalaupun ada harganya mencapai Rp12.500 per kilogram (kg)," keluhnya kepada Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, yang menyambangi Indramayu, Selasa (16/1) malam.
Dedi mengaku prihatin dengan kondisi itu.
"Indramayu kan salah satu daerah basis lumbung beras nasional.Ini anomali karena saat sekarang masyarakat di daerah ini justru mengeluhkan ketersediaan beras."
Tingginya harga beras juga membuat Wawan, 46, petani di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, geleng kepala.
Kesempatan mendapat untung dari jualan gabah yang mencapai Rp6.000 per kg melayang sudah.
"Sayang, panen terakhir, akhir tahun lalu, tidak bisa saya nikmati. Sawah terserang hama wereng cokelat sehingga dari 1 hektare lahan, saya hanya bisa panen 800 kg gabah," keluhnya.
Wawan tidak sendiri. Arip Munawir, petani di Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Karawang, juga gagal panen karena wereng.
Kurangnya beras di Indramayu juga dirasakan Bulog.
Kepala Bulog Indramayu Asep Buhori mengakui, sejak November tidak ada lagi beras dan gabah yang diserap dari petani.
"Stok yang ada juga terus disalurkan untuk melakukan operasi pasar. Tidak ada yang diserap karena tidak ada lagi sawah di daerah ini yang panen," jelasnya.
Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, mengakui persediaan gabah di tingkat petani tinggal sedikit.
"Kalaupun ada harganya mahal."
Harga masih tinggi
Kemarin, harga beras dilaporkan masih tinggi. Di Klaten, Jawa Tengah, beras medium dijual Rp12.500-Rp13.000 per kg.
Bulog dan pemerintah kabupaten sudah bekerja keras dengan melakukan operasi pasar.
"Harga belum turun, meski pasar sudah digelontor puluhan ton beras operasi pasar," aku Maryati, 50, pedagang di Pasar Induk Klaten.
Operasi pasar oleh Bulog Kedu, Jawa Tengah, sudah digelar sejak Desember 2017.
Sudah 900 ton beras disalurkan ke pasar dan masyarakat di enam kabupaten dan kota.
Belum turunnya harga beras membuat Bulog berencana menggelar operasi pasar lagi.
"Mulai 5 Januari 2018 ini, kami akan kembali menggelar operasi pasar besar," kata Kepala Bulog Kedu Sony Supriyadi.
Di Kota Denpasar, Bali, harga beras premium mencapai Rp12.500 dan kualitas di bawahnya Rp11.500.
Berupaya menurunkan harga beras, Pemkot dan Bulog Denpasar menggelar operasi pasar dengan menjual beras dengan harga Rp9.350.
"Beras tidak langsung dijual kepada masyarakat. Bulog mendistribusikannya lewat pedagang pasar dan distributor," kata Kabid Kerja Sama dan Perlindungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Denpasar, Jarot Agung Iswayudi.
Tingginya harga beras juga membuat Satgas Pangan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus turun ke pasar.
"Saat ini berbeda dengan daerah lain, harga beras masih stabil. Kisaran harganya Rp10 ribu-Rp12 ribu," kata Kapolres Cianjur AKB Soliyah. (CS/UL/JS/TS/RS/BB/RF/LD/DW/AU/AT/PS/YK/PO/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved