Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Aliansi Muslim Banua Kalsel Tolak LGBT

Denny S
26/12/2017 15:59
Aliansi Muslim Banua Kalsel Tolak LGBT
(ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

KELOMPOK masyarakat yang menamakan dirinya Aliansi Muslim Banua (AMB) menolak keberadaan kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Kalimantan Selatan.

Hal itu diungkapkan AMB setelah mendapati fakta media sosial kelompok LGBT di Kalsel terus berkembang dengan jumlah anggota mencapai dua ribu orang.

Koordinator AMB Kalsel Fazri dalam keterangan persnya mengatakan, keberadaan group media sosial facebook bernama Gay Athena Banjarmasin sampai saat ini anggota groupnya sudah mencapai dua ribu orang lebih. Setelah melihat postingan, percakapan, profil masing-masing anggota grup yang bergabung terkait perkembangan LGBT di Kalsel, kondisi tersebut dipandang sudah sangat memprihatinkan.

"Kalsel memiliki kearifan lokal yang tinggi, masyarakat religius dan agamais. Berkembangnya pola hidup LGBT dapat mengarah pada tindakan kekerasan pada anak, timbulnya penyakit seksual, merusak keturunan, menyalahi fitrah sebagai laki-laki atau perempuan," tegasnya.

Mengingat komunitas LGBT dewasa ini semakin berkembang dan menjadi persoalan bangsa, Aliansi Muslim Banua Kalsel menyampaikan pernyataan sikap mendesak pemerintah daerah mengeluarkan payung hukum pelarangan perilaku menyimpang LGBT.

Mereka juga mendorong pemerintah untuk memberikan pengetahuan mengenai efek negatif dan ancaman bagi perilaku menyimpang tersebut. AMB juga mengajak MUI, tokoh agama dan seluruh komponen masyarakat Kalsel untuk menolak segala macam bentuk propaganda LGBT untuk mencegah berkembangnya pola hidup LGBT.

AMB juga mengajak masyarakat untuk aktif memberikan pengawasan, menolak perilaku menyimpang LGBT melalui peningkatan ketahanan keluarga dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), untuk melindungi generasi penerus bangsa.

Mereka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli kepada sesama untuk menciptakan lingkungan yang positif dan memiliki sikap hidup yang religius sebagai tonggak berdirinya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negara yang baik dan senantiasa berada di dalam ampunan Allah).

Yang tak kalah penting adalah mereka yang terlanjur menjadi korban perilaku menyimpang LGBT, untuk menjalani terapi dan rehabilitasi. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya