Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Radius Bahaya 10 Km dari Gunung

Arnoldus Dhae [email protected]
22/12/2017 23:23
Radius Bahaya 10 Km dari Gunung
(ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

ADA kekeliruan masyarakat dengan status awas Gunung Agung di Bali. Persepsi keliru ini membawa dampak luas di masyarakat. Hal itu ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Jumat (22/12). Menurut Jonan, status Gunung Agung telah ditingkatkan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dari siaga menjadi awas. Radius yang dianggap bahaya ialah 8 kilometer-10 kilometer (km) dari kaki gunung. “Status awas ini berlaku untuk radius 8 km-10 km dari Gunung Agung. Jadi, sekarang ini tergantung dari wilayah mana radiusnya,” tegas Jonan saat menin­jau gardu induk PLN Pemecutan di Denpasar, Jumat (22/12).

Dengan demikian, radius di luar yang telah ditentukan PVMBG merupakan wilayah aman. Daerah yang tidak aman ialah kawasan rawan bencana (KRB). Sementara itu, jarak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Gunung Agung sekitar 60 km, sedangkan posisi Gunung Agung lebih dekat ke Pulau Lombok karena jaraknya sekitar 15 km. “Ini logika sederhana saja. Kawah Gunung Agung berada di sisi wilayah barat Pulau Lombok, justru masyarakat di sana merasa lebih aman. Ini kan soal persepsi saja,” tambahnya.
Pada bagian lain, sejumlah daerah masih menghadapi cuaca ekstrem yang berdampak pada bencana longsor, banjir, dan gelombang laut.

Dari Bali, hampir separuh bangun­an sebuah toko barang antik di Desa Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, ambles ke jurang akibat longsor di bagian fondasinya. Tidak ada korban jiwa tetapi kerugian ditaksir Rp50 juta. Kapolsek Tegallalang, AK Nyoman Merta Kariana, menyebutkan tanah di wilayah itu cukup labil. “Ada dua toko lain yang kami minta agar segera dikosongkan karena khawatir terjadi longsor susulan,” ujarnya. Dari Cilacap, Jawa Tengah, hujan cukup deras mengakibatkan longsor di Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu. Longsor juga terjadi di Cirebon dan Sumenep. Selain longsor, terjadi banjir melanda di 10 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, proses pencarian enam korban tenggelam akibat perahu terbalik di Waduk Carita Purwakarta, Jawa Barat, hingga kemarin masih nihil. Pencarian akan dilanjutkan hari ini, Sabtu (23/12).

Peringatan tsunami
Pemerintah Provinsi Aceh menggelar zikir internasional pada peringatan 13 tahun tsunami pada 26 Desember 2004. Ketua Panitia Pelaksana Tgk Muhammad Balia menyatakan, zikir akbar tersebut berlangsung di Taman Ratu Safiatuddin Lampriet, Selasa (26/12).
Adapun Koordinator Museum Tsunami Aceh Almuniza Kamal mengaku akan menggelar peringatan mengenang 13 tahun tsunami Aceh mulai hari hingga 26 Desember.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan itu pihaknya juga menghadirkan korban tsunami Aceh untuk berbagi kisah pengalaman, seperti kisah Martunis dan Delisa. “Ada juga anak-anak korban tsunami yang menjadi saksi hidup dan akan berbagi kisah inspiratif mereka,” lanjutnya. (Tim/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya