Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Pergerakan Wong Ndeso Bantu Negoro menandatangani naskah kerja sama nota kesepahaman (MoU) dengan pengusaha kecil minuman kesehatan yogurt di Cisarua, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (3/12).
Ketua Umum Pergerakan Wong Ndeso Bantu Negoro, Moh Ismail, mengatakan, alasan pihaknya memilih bekerja sama dengan produsen Yogurt di wilayah Cisarua ini karena ketertarikan terhadap inovasi produk yang dikembangkan pengusaha lokal tersebut.
"Saya bangga, hasil riset tim kami menyimpulkan bahwa produsen yogurt di Cisarua ini sangat inovatif dan kreatif sekali. Tinggal memoles sedikit di beberapa bagian, saya yakin program kemitraan yang kami lakukan bakal berhasil," ungkap Ismail.
Disebutkan Ismail, potensi bisnis untuk maju sudah terlihat. Selain itu, jiwa bisnis produsen yogurt di Cisarua itu juga dinilainya brilian. Sehingga pihaknya memberikan perhatian khusus, misalnya pada sisi penampilan kemasan, kebersihan, dan daya tahan produk.
Oleh karena itu, lanjut dia, untuk memecahkan persoalan tantangan yang ada, pihaknya siap membantu dengan menurunkan tim ahli yang akan membimbing dalam bidang masing masing.
Pada bagian lain, Ismail juga menyebutkan pentingnya pemasaran dan promosi. Oleh karena itu, pihaknya juga telah menyediakan seorang konsultan pemasaran dan promosi untuk bersama-sama melakukan perubahan demi kemajuan.
Dalam acara penandatanganan naskah kerja sama yang disaksikan Kepala Desa Pasirhalang, Cisarua,Asep Rohmat, itu juga disampaikan bahwa pada tahap pertama ini, Pergerakan Wong Ndeso Bantu Negoro menyerahkan bantuan berupa 2 unit kendaraan roda dua, 5 unit pendingin (freezer), dan 1 unit inkubator produk dalam negeri khusus untuk membuat minuman yogurt.
Ismail, yang berprofesi pengacara ini, juga mengatakan bahwa organisasinya tidak bertujuan politik. Kiprahnya secara diam-diam masuk ke desa-desa diharapkan bisa membangkitkan semangat bisnis warga sekitarnya, sehingga menumbuhkan perekonomian daerah.
"Kami tidak berpolitik, tetapi kami tidak antipolitik, kami hanya memoles dan memberikan bimbingan, membangkitkan potensi di daerah masing-masing. Sebenarnya setiap desa di Indonesia memiliki kekhususan potensi ekonomi dan budaya, kami tinggal mendorong saja, mereka senang, karena kami tidak mengikat," katanya.
Di setiap kesempatan berkeliling ke desa-desa, Ismail senantiasa menekankan agar tidak terlalu berharap perhatian dari negara, dengan menunggu bantuan pemerintah untuk meningkatkan semangat usaha dan perekonomian desa. Namun, mereka harus bangkit dengan apa yang telah ada di daerah masing-masing. (RO/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved