Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERPOLITIKAN dI Bali mulai menghangat menjelang Pemilihan Gubernur 2018 ini. Hal itu terjadi setelah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri merestui bakal calon gubernur dan wakil gubernur Bali pasangan I Wayan Koster - Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati untuk maju.
Merespons kebijakan politik Megawati itu, sembilan partai politik di Bali yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB) langsung mengadakan rapat di rumah Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Darma Wijaya Mantra.
Mereka terdiri Ketua Fraksi Gerindra Bali Nyoman Suyasa, Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta, Sekretaris dan Bendahara DPW Partai NasDem Bali Gus Eka, Ketua Relawan Rai Mantra dan sebagainya. Dari pertemuan tersebut menghadirkan dua kandidat kuat yakni Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Darma Wijaya Mantra dan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta yang akan diusung oleh KRB.
Menurut Suyasa dari Gerindra, saat Sudikerta datang ke rumah Rai Mantra, keduanya langsung berpelukan. Tidak lama kemudian keduanya masuk dalam kamar berbicara 4 mata, semantara tim lainnya menunggu di ruang depan.
"Keduanya berbicara hampir selama 30 menit dalam kamar. Saat keluar dari kamar, keduanya tampak happy, tertawa, dan sangat akrab. Dari gesturnya, kami menilai jika keduanya sudah final dengan paket Ida Bagus Rai Darma Wijaya Mantra - I Ketut Sudikerta atau paket Darma-Kerta," ujarnya.
Pembicaran dilanjutkan bersama dengan para pengurus partai yang sudah dari tadi menunggu di aula depan. Dalam perbincangannya, Sudikerta mengaku jika dirinya fleksibel, bisa menjadi nomor satu atau pun nomor dua.
"Beliau (Sudikerta) tidak mempersoalkan apakah dia jadi nomor satu atau nomor dua. Yang penting untuk masa depan Bali yang lebih baik," ujar Suyasa.
Menurut juru bicara KRB yang juga adalah Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta, usai berbicara dengan beberapa anggota KRB, Sudikerta langsung berpamitan untuk bertemu dengan Ketua Umum Golkar Setya Novanto.
Pertemuan dengan Novanto khusus membahas tentang paket Darma-Kerta. "Kita paham betul, karena selama ini Sudikerta diberikan rekomendasi untuk Cagub, bukan Cawagub. Makanya perlu didiskusikan dengan induk partainya, dan kita dari KRB sangat memahami itu semua," ujar Suyasa lagi.
Namun yang perlu diperhatikan oleh Sudikerta adalah dari sisi elektabilitas yang belum unggul mutlak. Berdasarkan hasil survei internal, Sudikerta masih berada jauh di bawah Rai Mantra.
Sebagai contoh, suara mengambang dan pemilih pemula di Bali hampir 34 persen. Dari jumlah itu, sebanyak 27 persen sudah memilih ke Darma -Kerta. Berdasarkan hasil survei independen, Darma-Kerta akan meraih 59 persen dengan marjin eror 2,5 persen berdasarkan sampel 2500 orang.
Dari beberapa kabupaten di Bali, pasangan Darma-Kerta unggul di Kota Denpasar, Karangasem, Klungkung dan Gianyar. Kemenangan di 4 kabupaten ini bisa di atas 85 persen. Pemliih terbesar berada di Buleleng. Namun berdasarkan survei, Buleleng hanya unggul 7 persen dari pasangan Darma-Kerta.
Lantas di kabupaten lainnya, PDIP tidak ada yang menang mutlak. "Itu pun kami tim belum bergerak. Bila kami semua partai dalam KRB bergerak, maka kami optimistis, hitung-hitungan kasar suara kami bisa mencapai 59 persen," ujarnya.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved