Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sempat berkonflik, kini keberadaan taksi daring (online) di Kalimantan Selatan mulai dapat diterima. Dalam waktu dekat akan ada kerja sama antara taksi konvensional dan taksi online di Kalsel.
Transportasi berbasis online saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat luas. Sementara keberadaan transportasi konvensional diharapkan dapat menyesuaikan diri menghadapi perkembangan zaman.
Namun kini para pelaku usaha taksi konvensional sudah mulai menerima keberadaan taksi online. Bahkan, khusus di Kalimantan Selatan ada kemungkinan dilebur menjadi satu. Taksi konvesional bergabung dengan taksi online melalui perjanjian kerjasama.
Ada beberapa persyaratan kerjasama ini antara lain wajib mengantongi izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, penetapan tarif angkutan per kilometer disamakan, dan terakhir menerima taksi online sebagai mitra untuk bergabung dalam sistem aplikasi.
"Sudah ada titik temu penyelesaian konflik antara taksi konvensional dan online. Para sopir dan pengelola taksi konvensional ingin dimasukan ke dalam sistem taksi online dengan difasilitasi Dinas Perhubungan," tutur Kepala Dishub Kalsel, Rusdiansyah, Jumat (10/11).
Permintaan taksi konvensional agar tidak ada perbedaan tarif. Hal itu, bisa ditetapkan melalui Peraturan Gubernur dengan mengacu pada Permenhub. Acuan di permenhub untuk wilayah Kalsel, tarif batas bawah Rp3.700 dan batas atas Rp6.500. Jika penyamaan tarif antara taksi konvensional dan online dapat dilakukan maka akan menjadi capaian yang pertama di Indonesia.
Masa transisi tiga bulan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Akan ada pertemuan lagi untuk membicarakan penentuan tarif. Tarifnya harus disepakati antara konvensional dan online. Jika tarif sudah sama, maka tinggal masyarakat yang memilih.
Ketua Comunity Grabcar Banjarmasin, Ahmad Basuki menambahkan, pihaknya sangat membuka diri untuk merangkul taksi online bergabung. Menurutnya, dengan perkembangan teknologi saat ini, tidak mungkin bisa melawan arus modernisasi.
"Mudah-mudahan kedepan ada sinergi, dalam artian yang namanya sama-sama usaha harus berbagi, mudahan nanti keamanan, ketertiban, tidak ada rasa kecemburuan lagi sesama sopir. Soal tarif yang disamakan kami sangat mendukung," ujarnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved