Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kapolri Sebut KKB yang Sandra Warga Distrik Tembagapura Berjumlah 25 Orang

Deny Irwanto/Marcelinus Kelen
09/11/2017 14:45
Kapolri Sebut KKB yang Sandra Warga Distrik Tembagapura Berjumlah 25 Orang
(MI/M. Irfan)

KELOMPOK Kriminal Bersenjata (KKB) di areal Tembagapura, Mimika, Papua dilaporkan terus melakukan intimidasi dan ancaman warga Kampung Banti dan Kimbely daerah setempat. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut kelompok kriminal bersenjata yang menyandera sejumlah warga tersebut berjumlah tidak lebih dari 30 orang.

Tito menyebut, KKB merupakan kelompok lama yang sudah ada sejak dirinya menjabat sebagai Kapolda Papua pada 2012 hingga 2017. "Sebenarnya tidak banyak kelompok ini, paling 20 atau 25 orang. Senjatanya lima sampai sepuluh pucuk. Mereka menggunakan metode hit and run," kata Tito di Polda Metro Jaya, Kamis (9/11).

Tito menjelaskan, saat ini pihaknya bersama dengan TNI akan memperkuat pengamanan dan melakukan pengejaran terhadap KKB tersebut. Dalam upaya lain, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengatakan pihaknya juga menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat agar penanganan berjalan lancar.

Menurut Tito, di kawasan tersebut ada sekitar 8 ribu sampai 10 ribu pendulang liar yang mencari untung dari limbah PT Freeport. Kata Tito, para pendulang yang berasal dari warga lokal dan pendatang itulah yang kerap dijadikan objek oleh KKB untuk mendapatkan keuntungan.

"Memang ada permasalahan sosial ini karena bertahun tahun ribuan orang sudah mendulang di situ, di kali Kabur ini. Hasil limpahan dari Freeport namanya teling," pungkas Tito.

Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar menambahkan saat ini di Kampung Kimbely terdapat sekitar 300 warga pendatang yang sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang dilarang bepergian oleh KKB. Di Kampung Banti yang berdekatan dengan Kampung Kimbely, terdapat sekitar 1000 orang asli Papua yang juga dilarang bepergian oleh KKB.

Dia tambahkan, saat ini Satgas Terpadu Penanggulangan Kelompok Kriminal Bersenjata yang terdiri dari Personil gabungan Polri dan TNI berjumlah 200 personil, terus berupaya melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat bisa terbebaskan dari intimidasi dan ancaman Kelompok Kriminal bersenjata (KKB).

"Satgas Terpadu ini bukan satgas Amole yang melaksanakan pengamanan objek vital PT. Freeport Indonesia. Jadi satgas berupaya langkah persuasif dan preventif agar masyarakat terbebaskan dari intimidasi KKB," ujarnya.

Sementara disinggung kondisi masyarakat di Kedua kampung, yakni Kampung Banti dan Kimbely, Kapolda Boy Rafli menyebut masih dalam kondisi cukup baik. "Polda Papua dibantu TNI akan terus berupaya melumpuhkan gerakan KKB dalam rangka penegakan hukum untuk tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif dan dapat beraktivitas normal,"pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya