Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pengungsi Gunung Agung 'Mebat' di Posko Denpasar

Arnoldus Dhae
30/10/2017 16:19
Pengungsi Gunung Agung 'Mebat' di Posko Denpasar
(ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

PENGUNGSI Gunung Agung yang ditampung di Posko Pengungsian Gurita, Kota Denpasar, melakukan 'mebat' atau mengolah daging babi menjadi sarana upacara secara bersama-sama.

"Kebetulan ada sumbangan seekor babi berat 100 kg dari salah seorang tokoh masyarakat Keluarahan Sesetan, Nyoman Nirka untuk mebat bersama-sama," kata Koordinator dapur umum Posko Pengungsian Gurita Denpasar, Ratnawati di
Denpasar, Senin (30/10).

Dengan adanya sumbangan daging babi tersebut bisa diolah untuk sarana upacara sekaligus untuk kebersamaan warga pengungsian. Dia barharap, semua warga pengungsian Gunung Agung walaupun tidak bisa pulang ke kampung halamannya, tetapi bisa melakukan kegiatan rangkaian peringatan Hari Raya Galungan bersama-sama.

"Karena kondisi bencana tidak bisa pulang, sebaiknya kegiatan perayaan Hari Raya Galungan tetap bisa dilaksanakan dengan suasana kebersamaan," ujarnya.

Pengungsi Gunung Agung di Posko Pengungsian Gurita Denpasar sejak pagi sudah mulai membersihkan babi untuk diolah menjadi sarana upacara dan dimakan bersama.

Tidak ketinggalan, Pemkab Klungkung, Bali juga menyiapkan bantuan berupa puluhan ekor babi untuk pengungsi di wilayah tersebut menjelang Hari Penampahan atau perayaan sehari sebelum Hari Raya Galungan.

"Sudah disiapkan itu (babi). Besok Pak Bupati juga rencana ikut bersama-sama dengan pengungsi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung Putu Widiada di GOR Swecapura, Kota
Semarapura, Senin.

Menurut dia, Pemkab Klungkung di bawah Bupati Nyoman Suwirta merencanakan "mebat" atau memotong dan memasak daging bersama-sama dengan pengungsi di sejumlah posko pengungsi di daerah itu yang dipusatkan di GOR Swecapura.

Widiada mengungkapkan bahwa "mebat" bersama nantinya akan melibatkan para pengungsi yang masih berada di pengungsian. "Semua akan terlibat dan mendapatkan bagian," tambah dia.

Sebelumnya, Pemkab Klungkung telah memfasilitasi pemulangan para pengungsi berasal dari luar zona merah Gunung Agung radius enam kilometer dari kawah dan perluasan sektoral 7,5 kilometer dari puncak kawah.

BPBD mencatat sebanyak 3.758 jiwa pengungsi Gunung Agung yang masuk dalam wilayah enam desa kawasan rawan bencana status siaga. Enam desa tersebut yakni Buwana Giri, Sebudi, Besakih, Jungutan, Dukuh dan
Ban.

Sedangkan desa lainnya yang sebelumnya masuk KRB dinyatakan aman dan boleh pulang. "Data tersebut menunjukkan penurunan cukup signifikan dibandingkan data pengungsi total saat ini mencapai sekitar 17 ribu jiwa lebih," paparnya.

Jro Mangku Sandi salah seorang pengungsi asal Desa Besakih mengatakan bahwa daging tersebut diolah untuk sarana upacara Hari Raya Galungan di kampungnya masing-masing.

"Jadi besok saat Hari Raya Galungan 1 November 2017 pulang sembahyang sudah membawa sarana upacara dari sini, tidak perlu buat di rumah," ujarnya.

Sedangkan sisanya akan digunakan untuk megibung atau makan bersama sebagai bagian dari budaya masyarakat Karangasem kebersamaan. "Sarana kami sudah ada, tinggal nanti kesepakatan dari temen-teman setelah selesai tinggal megibung saja," ujarnya.

Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ribuan pengungsi Gunung Agung di Bali bisa segera pulang ke rumahnya seiring menurunnya aktivitas gunung berapi di Pulau Dewata.

"Gunung Agung di level siaga pagi ini 30/10/2017. Kegempaan, deformasi, asap solfatara terus menurun. Ribuan pengungsi akan pulang," kata Sutopo di akun Twitter-nya, Senin (30/10).

Sutopo juga mengunggah panorama Gunung Agung Senin pagi ini yang disebutnya sangat indah meski masih mengalami aktivitas seismik. "Gunung Agung di Level III Siaga pagi ini [30 Oktober 2017]. Sangat cantik. Semua data aktivitas seismik gunung terus turun. Bali aman," ujar dia.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya