Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jokowi Sindir Proyek Rel KA Mandek, Pemprov Sulsel Tanyakan Anggaran

Lina Herlina
24/10/2017 16:44
Jokowi Sindir Proyek Rel KA Mandek, Pemprov Sulsel Tanyakan Anggaran
(ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo sempat menyinggung proyek pembangunan jalur Kereta Api Trans Sulawesi yang dinilainya terkesan jalan di tempat. Hal tersebut disampaikannya saat menutup Rembuk Nasional 2017 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Menanggapi sindiran presiden tersebut, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang mengatakan, yang menjadi permasalahan pada proyek yang masuk dalam salah satu proyek strategis nasional tersebut adalah masalah pendanaan yang bersumber dari APBN.

"Iya, tapi duitnya tidak ada. Tanya saja ke sana, duitnya mana? Kita sudah patok semua lahan, kan tidak dibayar. Jadi harusnya itu uangnya dulu. Kalau itu ada, pasti itu akan jalan," kata Agus, Selasa (24/10).

Agus juga membantah jika dikatakan masalah lahan menjadi penghambat pembangunan jalur Kereta Api Trans Sulawesi. Ia menjelaskan, persiapan lahan sesuai rencana awal, jalur Barru-Parepare. Semua tidak ada masalah, dan tinggal dibayarkan. Akan tetapi tiba-tiba ada perubahan untuk dibalik dari Barru menuju Makassar.

"Bukan masalah lahan. Lahannya dari Barru-sampai Parepare sesuai rencana awal kan sudah selesai kita siapkan. Tapi sekarang ada keinginan untuk dibalik, dari Barru ke Makassar. Jadi menurut saya mestinya kalau Barru-Parepare sudah selesai, harusnya uangnya itu dibayar saja dulu. Setelah itu, baru kita bicara Barru-Makassar. Problemnya kan di situ," urai Agus.

Pada 2016 hingga 2017 ini, progres pembangunan badan jalan sepanjang 16,1 km dan yang telah rampung 14,8 km rel terpasang dari total keseluruhan sepanjang 145 km.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perkeretapian Trans Sulawesi Selatan, Henry Hidayat mengungkapkan pada 2017, pihaknya sudah mendapat anggaran untuk pembebasan lahan sebesar Rp219 miliar, selain bantuan Rp5 triliun dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini modelnya peminjaman dalam negeri.

"Anggaran Rp5 triliun ini merupakan pinjaman, yang diperuntukkan selama tiga tahun, masing di 2017, 2018 dan 2019. Ini di fokuskan untuk Barru ke Parepare,"ungkapnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya