Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DPP Partai Golkar merekomendasikan Ariyanti Dewi sebagai bakal calon wakil gubernur Jawa Tengah. Pengurus DPP Golkar diklaim sedang merumuskan koalisi dengan partai-partai yang akan mengusung calon gubernur Jawa Tengah.
“Tim pilkada pusat telah mengeluarkan rekomendasi bagi Bu Ariyanti untuk maju di pilgub Jateng. Kami menyediakan posisi bakal wakil gubernur bagi beliau,” kata Ketua Pelaksana Harian DPD Golkar Jateng Iqbal Wibisono di Semarang, kemarin (Jumat, 20/10).
Iqbal menyatakan Golkar membidik kursi wakil gubernur karena keterbatasan jumlah kursi yang diperoleh di DPRD Jawa Tengah. Sebagai partai yang hanya mengantongi 10 kursi, Partai Golkar harus membangun koalisi dengan partai lain pada Pilgub Jateng 2018. “Koalisi sangat terbuka karena kita masih butuh dukungan 10 kursi lagi. Teman koalisi kita mulai mengerucut pada PKB dan Gerindra,” ujar Iqbal.
Partai Golkar meyakini Ariyanti sebagai figur muda mampu mengatrol jumlah suara hingga memperoleh 20 kursi pada Pemilu 2024. Di partai beringin, Ariyanti Dewi menjabat sebagai Wakil Bendahara DPP Partai Golkar.
Partai Gerindra Jawa Tengah mengapresiasi langkah Partai Golkar Jateng mengusung Ariyanti Dewi sebagai bakal calon wakil Gubernur. Namun, Gerindra masih menimbang soal kepastian membangun koalisi bersama Golkar.
“Patokan kami tetap hasil survei. Kami akan lihat dulu seberapa besar tingkat elektabilitas calon-calon kami jika dipasangkan dengan Ibu Arianti,” kata politikus Partai Gerindra Jateng, Sriyanto.
Secara terpisah, DPP Partai NasDem memutuskan Herman Deru-Mawardi Yahya menjadi calon gubernur-wakil gubernur Sumatra Selatan yang diusung di Pilkada 2018 mendatang. Awalnya NasDem sangat berharap kadernya yang maju, yakni Syahrial Oesman yang menjabat Ketua DPW Partai NasDem Sumsel. Namun, yang bersangkutan memilih untuk fokus di partai.
Herman Deru merupakan mantan Bupati OKU Timur selama dua periode yakni 2005-2010 dan 2010-2015. Begitu pun dengan Mawardi Yahya yang juga merupakan mantan Bupati Ogan Ilir selama dua periode yakni 2005-2010 dan 2010-2015.
“Karena faktor hasil survei teratas, elektabilitas, kredibilitas tinggi, keduanya pun direkomendasikan Partai NasDem untuk pilgub 2018 mendatang,” ujar Syahrial. (AS/DW/PO/N-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved