Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM 9 yang merupakan sejumlah kiai pengusung Khofifah Indar Parawansa sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) 2018 menyodorkan delapan nama bakal calon wakil gubernur bagi Khofifah. Rekomendasi itu dikeluarkan setelah para kiai bertemu di kediaman pengasuh Pesantren Amanatul Ummah, Kiai Asep Saifudin Chalim, di Jalan Siwalankerto Utara, Surabaya, Kamis (19/10).
Kiai yang hadir dalam pertemuan tertutup itu diantaranya KH Salahuddin Wahid, KH Afifudin Muhajir Situbondo, KH Suyuti Thoha Banyuwangi, dan Fathoni Tulungagung.
“Kami akan menyodorkan kepada Bu Khofifah delapan kandidat pendampingnya. Selanjutnya Bu Khofifah yang akan menentukan siapa calon yang pas untuk mendampinginya jadi calon wakil gubernur Jawa Timur,” tutur Kiai Asep.
Namun, Kiai Asep masih merahasiakan nama delapan kandidat tersebut. Dia hanya menjelaskan bahwa kiai Tim 9 akan menyurvei terlebih dahulu kedelapan tokoh tersebut.
“Kami membutuhkan waktu satu sampai dua minggu untuk menentukan delapan kandidat tersebut dan yang pasti pertengahan November atau sebelum 15 November kami sudah menyodorkan delapan tokoh itu kepada Bu Khofifah,” kata dia.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sendiri mengatakan deklarasi pencalonannya di ajang Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 akan dilakukan dalam waktu dekat.
Khofifah mengatakan, saat ini dirinya belum bisa memberikan waktu pasti sebab masih berkoordinasi dengan partai politik dan pihak lainnya. Saat ini, Khofifah telah mengantongi restu sejumlah partai politik, di antaranya, NasDem dan Golkar. Hanura dan PPP juga disebut-sebut akan mengusungnya. Partai Demokrat mungkin juga akan memberikan dukungan kepada Khofifah.
Secara terpisah, Ketua Harian Partai Golkar Jawa Timur Fredy Purnomo menyatakan partainya juga tengah menggodok sejumlah nama sebagai calon pendamping Khofifah.
Fredy berujar ada sejumlah nama yang muncul, antara lain mantan Pangdam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal (Purnawirawan) Istu Hari Subagyo dan mantan Kepala Biro Umum Sekretariat Militer Kementerian Sekretariat Negara Komisaris Besar Syafiin.
Dari kalangan sipil, nama yang muncul antara lain Kepala Inspektorat Provinsi Jawa Timur Nurwiyanto dan anggota DPR asal Jawa Timur Ridwan Hisyam.
Timses PNS
Gubernur Jawa Timur akan mengeluarkan surat edaran berupa peringatan bagi pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) yang bermain politik atau menjadi tim sukses pada pilkada serentak di Jatim. “Peringatan ini bukan hanya di lingkungan Pemprov Jatim, tapi seluruh PNS di kabupaten dan kota di Jatim,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur Sukardi di Surabaya, kemarin.
Pihaknya memadang perlu mengeluarkan surat edaran lagi sebab di 2018 nanti ada 18 pilkada kabupaten/kota dan pilgub Jatim. “Jika memang dulu sudah ada surat edaran, ke depan surat edaran gubernur akan diperbarui,” tegas dia.
Pihaknya akan melapor kepada Gubernur Jatim Soekarwo untuk mengeluarkan surat edaran terbaru bagi ASN di lingkungan Pemprov Jatim. “Mereka memang tidak boleh berpolitik praktis, tetapi mereka tetap boleh menyalurkan hak politiknya. ASN tidak boleh jadi tim sukses (timses),” katanya. (AB/Ant/N-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved