Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pengemudi Taksi Online di Bandung Jadi Sasaran Sweeping

MICOM
18/10/2017 20:49
Pengemudi Taksi Online di Bandung Jadi Sasaran Sweeping
(Dok MI)

BEBERAPA pengemudi transportasi berbasis dalam jaringan (daring/online) di Kota Bandung, Jawa Barat menjadi sasaran "sweeping" oleh sejumlah massa yang belum diketahui identitasnya pada Rabu (18/10).

Aksi sweeping terjadi di beberapa tempat seperti di Jalan Cimbeleuit, Jalan Setiabudi, Jalan Setrasari, serta di Jalan Ujung Berung, Kota Bandung. Bahkan di beberapa lokasi, aksi tersebut hampir berujung bentrok.

Pengemudi taksi "online", Darwin (40), menjadi salah satu korban intimidasi oleh sekelompok orang di daerah Cimbeleuit. Dijelaskannya, saat menjemput penumpang di Rumah Sakit Salamun, ia mendapatkan intimidasi dari sekelompok orang.

"Pas keluar gerbang rumah sakit, kendaraan saya dilempari benda seperti batu. Tapi karena saya membawa penumpang otomatis keselamatannya juga saya jaga. Saya langsung tancap gas," kata Darwin.

Intimidasi tak berhenti di sana, saat di depan Universitas Parahyangan, ia kembali mendapatkan intimidasi oleh sekelompok orang. Menurut Darwin, sekelompok massa tersebut menyuruhnya keluar dari dalam kendaraan.

"Mobil saya diberhentikan di Unpar lalu banyak orang yang datang sambil marah-marah," katanya.

Beruntung, aparat kepolisian kemudian datang dan langsung mengamankan situasi, sehingga Darwin selamat dari hal-hal yang tidak diinginkan. Korban intimidasi bukan hanya Darwin. Menurut Sekjen Perkumpulan Pengemudi Online Satu Komando (Posko) Jawa Barat, Daniel, terdapat empat mobil yang menjadi sasaran sekelompok orang. "Tiga di depan Unpar, satu lagi di depan Rumah Sakit Salamun," katanya.

Daniel menceritakan, saat mendapat informasi adanya intimidasi, pengemudi online yang tergabung di Posko Jabar langsung mendatangi lokasi. Ia juga langsung turun untuk mengecek kebenarannya. "Saya cek ternyata memang ada," kata dia.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, mengatakan akan mengusut tindakan intimidasi dari massa yang belum diketahui identitasnya kepada para pengemudi online di Cimbeleuit.

Ia pun menyarankan agar para korban untuk membuat laporan ke kepolisian, untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan.
"Kita akan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan memeriksa saksi-saksi. Nanti di situ kita bisa identifikasi siapa pelakunya," ujarnya.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya