Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Sembilan Negara Belum Merevisi Travel Advisory ke Bali

Arnoldus Dhae
14/10/2017 15:25
Sembilan Negara Belum Merevisi Travel Advisory ke Bali
(AFP/SONNY TUMBELAKA)

KONDISI Gunung Agung dalam status Awas sedikit banyak membawa pengaruh bagi dunia pariwisata di Bali. Hingga saat ini ada sembilan negara yang masih memberlakukan travel advisory (TA) bagi warganya yang hendak bepergian ke Bali, dari sepuluh negara yang sebelumnya sempat mengeluarkan TA.

Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Andyana mengatakan, total negara yang mengeluarkan travel advisory ke Bali akibat ancaman erupsi Gunung Agung sudah mencapai 10 negara.

"Mereka adalah Australia, Singapura, USA, United Kingdom, New Zealand, Kanada, Jepang, Hongkong, Korea dan India," ujarnya. Menurutnya, travel advisory itu memang hal yang wajar, tetapi dampaknya akan terasa beberapa saat kemudian.

"Ini soal ancaman erupsi Gunung Agung. Kita sudah menjelaskan kepada seluruh stakeholder terkait bahwa Bali itu aman karena destinasi wisata yang berdampak langsung hanya 2 persen di wilayah Karangasem. Sementara sisanya aman dikunjungi," ujarnya di Denpasar, Sabtu (14/10).

Menurutnya, berbagai penjelasan telah dilakukan oleh stakeholder terkait, termasuk oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang telah bertemu dengan puluhan pejabat dari konsulat jenderal yang berada di Bali. Hasilnya, dari 10 negara yang mengeluarkan travel advisory, India akhirnya bisa diyakinkan bahwa Bali itu aman.

"India akhirnya merevisi travel advisorynya yang sempat dikeluarkan pada 24 September 2017 lalu. Itu terjadi setelah pertemuan para konsul jenderal dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada 4 Oktober lalu, dan juga pengamatan langsung oleh beberapa pejabat Konsulat India di Bali. Pada 10 Oktober 2017, India akhirnya merivisi travel advisorynya dan Bali dinyatakan aman," jelas Andyana.

Dia menambahkan seluruh stakeholder pariwisata di Bali terus berupaya untuk meyakinkan seluruh negara bahwa Bali itu aman dikunjungi. Bahkan, pemerintah sudah menjelaskan seluruh skenario yang bisa digunakan kalau ternyata Gunung Agung akhirnya meletus, mulai dari transportasi gratis untuk menuju bandara terdekat, hotel gratis untuk beberapa hari lamanya, makananya juga gratis, wisatawan bisa tidur nyenyak di hotel sambil tunggu jemputan dan seterusnya.

Ia meyakini dengan penjelaskan yang detail seperti ini maka banyak negara akan segera mencabut travel advisorynya. Hal penting lain yang perlu dijelaskan adalah kalau pun Gunung Agung meletus, Bali masih aman dikunjungi, korban jiwa bisa dihindari, dan pemerintah sudah siap dengan kemungkinan risiko terburuk. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya