Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PPP Dipastikan Merapat ke Ridwan Kamil

MI
14/10/2017 09:49
PPP Dipastikan Merapat ke Ridwan Kamil
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan bahu-membahu bersama PKB dan Partai NasDem untuk mendukung pencalon­an Ridwan Kamil sebagai bakal calon (balon) Gubernur Jawa Barat (Jabar).

“Kami yakin PPP akan mendukung Ridwan Kamil. Tinggal masalah waktu saja,” tegas Ketua Dewan Peng­urus Wilayah (DPW) PKB Jabar Syaiful Huda, Kamis (12/10).

Sikap yang ditunjukkan PPP Jabar, kata Syaiful, hanyalah dinamika politik. Bergabungnya PPP ke dalam poros baru bentukan Demokrat, Gerindra, dan PAN tidaklah bersifat mutlak.

“Kami menilai sikap itu sebagai sikap politik yang masih bisa berubah. PKB pun tidak mempermasalahkan PPP memilih bergabung dengan poros baru,” kata dia.

Syaiful menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan manuver politik yang dilakukan PPP karena semuanya masih dapat berubah.

“Itu yang dinamakan dinamika politik. Yang perlu dicatat, prosesnya masih panjang. Masih empat bulan lagi (untuk mendaftarkan pasangan calon). Artinya dinamika akan terus begitu,” ucapnya.

Sinyal PPP bakal merapat ke Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, juga disampaikan Ketua NasDem Jabar Saan Mustopa. Dia bahkan mengklaim PPP bakal bergabung dalam waktu dekat. “Kemungkinan PPP merapat sudah di atas 70%,” tutur dia.

Secara terpisah, DPD Partai Golkar Jabar dan DPD PDIP Jabar sepakat membangun koalisi dalam Pilkada Jabar 2018. Namun, kedua partai itu pun membuka kesempatan kepada partai lain yang ingin bergabung, dengan syarat tidak mengajukan nama untuk pilgub Jabar.

“Untuk pilkada di kabupaten/kota, dari 16 minimal bisa koalisi di 12 pilkada,” ujar Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanudin seusai menggelar pertemuan dengan Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Namun, Hasanudin mengaku koalisinya ini belum membahas kandidat yang akan diusung pada Pilgub Jawa Barat 2018.

PDIP akan menunggu arah­an DPP di Jakarta terkait dengan calon yang akan diusung. Dedi menambahkan kesepakatan koalisi ini tidak hanya sebatas kebutuhan politik jelang Pilgub Jabar 2018, tetapi juga disebabkan adanya kesamaan ideologi. (BY/EP/Ant/N-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya