Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Panik Akibat Gempa, Sejumlah Siswa Mengalami Patah Tulang

Alexander P. Taum
11/10/2017 13:16
Panik Akibat Gempa, Sejumlah Siswa Mengalami Patah Tulang
(Polisi bersama taruna siaga bencana (Tagana) Kabupaten Lembata mengevakUasi warga---Dok. Wakil Bupati Lembata)

GEMPA beruntun yang terjadi sejak dalam empat hari terakhir ini sejak Minggu (8/10) di wilayah Lembata, Nusa Tenggara Timur, (NTT) mengakibatkan trauma sebagian anak-anak. Pada gempa yang terjadi pada hari ini, Rabu (11/10) menyebabkan sejumlah siswa SD di Kota Lewoleba mengalami luka-luka dan patah tulang karena terjatuh akibat panik menyelamatkan diri.

Para siswa yang mengalami luka-luka dilarikan ke RS terdekat untuk mendapat perawatan medis, sementara siswa yang mengalami patah tulang, dilarikan untuk perawatan patah tulang.

Kepanikan akibat gempa menyebabkan para siswa itu mengalami cidera. Hilarius Tula Doren, Siswa Kelas 6 SD Inpres I Waikomo, Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata mengalami patah tulang tangan bagian kiri.

Putra pasangan Andreas Wuring Doren dan Veronika Genere Wutun ini terjatuh saat gempa mengguncang Lembata, Rabu (11/10) sekitar pukul 07.10 Wita. Saat gempa mengguncang, para siswa ini sudah berada di dalam kelas dan langsung berhamburan keluar kelas. Apesnya, Hilarius terjatuh, tangan kirinya membentur batu hingga patah tulang.

"Saat gempa dan ruangan serasa bergoyang, kami semua lari keluar ruangan. Saya lihat plafon mau runtuh sehingga kami semua lari keluar ruangan. Tetapi saya jatuh karena panik, lalu tangan kiri saya terbentur di batu sampai patah begini," ujar Hilarius. Oleh gurunya, Hilarius pun dilarikan ke dukun untuk perawatan tulang yang patah.

Sementara itu, RS Bukit Lewoleba merawat dua siswa SD yang terbentur. Pada Rabu (11/10) pagi tadi gempa menggoyang Lembata dua kali. Gempa pertama terjadi pukul 07.10 Wita, pusat gempa berada di laut 29 kilometer arah barat laut Kota Lewoleba, kabupaten Lembata dengan koordinat 8.23 LS dan 123.37 BT di laut pada kedalaman 10 km.

Menurut analisis BMKG menunjukan gempa bumi berkekuatan sedang ini tidak berpotensi tsunami. Sementara sekitar pukul 11.00 wita, gempa terasa kembali mengguncang Lembata. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui dampak susulan akibat gempa kedua tersebut.(OL-3).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya