Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta tindak kekerasan yang dilakukan oleh anggota polisi dan Satpol PP terhadap wartawan saat melakukan peliputan aksi unjukrasa penolakan proyek PLTPB di Gunung Slamet, Baturraden, di Banyumas diusut tuntas dan pelaku diberikan sanksi serta hukuman yang setimpal.
"Saya prihatin dan menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut, segera usut tuntas laporkan aparat ke pihak yang berwenang," kata Ganjar Pranowo kepada Media Indonesia Selasa (10/10). Penganiayaan terhadap wartawan, demikian Ganjar, sebenarnya tidak perlu terjadi jika sama-sama menyadari tugas dan tanggungjawab yang diemban para jurnalisk, selain itu wartawan bekerja secara profesional juga dilindungi undang-undang.
Sehingga ketika terjadi penganiayaan dan penghalangan terhadap jurnalis, ujar Ganjar, segera diusut tuntas dan segera ditangkap siapapun pelakunya. "Laporkan ke kepolisian jika itu aparat Satpol PP dan ke Propam jika itu dilakukan oleh polisi," tambahnya. Baca juga: Wartawan Banyumas Tuntut Kasus Kekerasan Oleh Polisi dan Satpol PP Diusut Tuntas
Sementara itu informasi terakhir menyebutkan akibat penganiayaan yang dilakukan aparat saat aksi unjuk rasa penolakan proyek pembangkit lustrik tenaga panas bumi (PLTPB) Baturraden, Banyumas Senin (9/10) petang, seorang wartawan Metro TV Darbe Tyas mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan medis.
Selain wartawan Metro TV mendapat pukulan dan tendangan beberapa aparat di sana, aparat lain juga memaksa wartawan lain menghapus rekaman gambar dan merebut peralatan kamera dan telepon seluler milik jurnalis. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved