Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Terjadi Hujan Ekstrem, Banjir Kepung Cilacap

Liliek Dharmawan
07/10/2017 12:48
Terjadi Hujan Ekstrem, Banjir Kepung Cilacap
(ANTARA/IDHAD ZAKARIA)

HUJAN ekstrem melanda sebagian besar wilayah Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), kemarin. Akibatnya, sejumlah tempat mengalami banjir dengan ketinggian 1 meter lebih dan ratusan jiwa diungsikan, karena air menggenangi rumah-rumah warga.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengungkapkan kalau di sebagian wilayah kabupaten setempat terjadi hujhan esktrem dengan intensitas lebih dari 150 milimeter (mm). "Dari pengukuran yang kami lakukan di Stasiun Meteorologi Cilacap, tercatat 171,6 mm. Bahkan, alat ukur di Bandara Tunggul Wulung Cilacap yang berada di Kecamatan Jeruklegi tercatat 298 mm. Curah hujan yang terjadi di Cilacap ini sudah masuk dalam kategori ekstrem," jelas Teguh, kemarin.

Teguh meminta kepada warga dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy menerjunkan seluruh personelnya bersama dengan Basarnas dan unsur lainnya melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah evakuasi terhadap warga yang rumahnya kebanjiran.

"Sejauh ini berdasarkan pemantauan kami, banjir paling parah tercatat di Desa Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten. Kami telah melakukan evakuasi terhadap 420 jiwa. Sebab, rumahnya telah terendam banjir hingga lebih dari 1 meter. Sedangkan di halaman, jalan dan sawah antara 1,5 meter," ujar Tri Komara.

Sementara ini, warga diungsikan ke sejumlah rumah penduduk yang aman dari banjir serta membuat dapur umum. "Konsentrasi saat ini adalah bagaimana mengevakuasi penduduk yang rumahnya kebanjiran," katanya.

Banjir di Kalijeruk merendam 234 rumah yang dihuni oleh 802 jiwa. Belum seluruh warga yang rumahnya kebanjiran melakukan pengungsian. Masih ada warga yang tetap bertahan di rumahnya.

Banjir juga melanda sejumlah wilayah Kota Cilacap, Kesugihan, Maos, Jeruklegi dan lainnya. Banjir menggenangi ratusan rumah milik penduduk di Kota Cilacap. "Di rumah saya ketinggian di dalam rumah sudah mencapai 20 cm dan nantinya siap mengungsi kalau semakin tinggi," kata Rahmat, 48, salah seorang warga Kota Cilacap.

Banjir mulai terjadi pada pagi hari dan berdampak pada sejumlah fasilitas umum termasuk rumah sakit (RS). Banjir terjadi di halaman RSUD Cilacap dan RSI Fatimah Cilacap, namun dipastikan tidak mengganggu pelayanan kepada pasien. Sedangkan gudang beras milik Bulog Banyumas yang berada di Gumilir, Cilacap juga kebanjiran. Tetapi banjir hanya menggenangi bagian halaman dan jalan dan tidak sampai merendam stok beras.

BPBD Cilacap meminta kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, karena ada kemungkinan hujan deras bakal kembali turun. Untuk wilayah rawan bencana banjir dan longsor harus terus siaga. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya