Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pilkada Jabar, Emil Semakin Yakin, Dedi Masih tak Pasti

Bayu Anggoro
06/10/2017 16:14
Pilkada Jabar, Emil Semakin Yakin, Dedi Masih tak Pasti
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

RASA percaya diri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) semakin membumbung jelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Meski masih kurang dukungan partai karena belum memenuhi persyaratan, Emil optimistis dalam mengikuti ajang demokrasi tersebut.

Emil menyebut, sebentar lagi dukungan partai kepadanya akan lengkap sehingga memenuhi persyaratan yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Meski tidak menyebut nama partainya, dukungan itu akan diperolehnya pekan depan.

"Minggu depan ada tambahan partai," katanya. Dengan begitu, kata Emil, dirinya tinggal tiga bulan lagi menjabat sebagai pemimpin di ibu kota Provinsi Jawa Barat ini.

Sehingga, dia memastikan akan mengambil cuti terkait pencalonannya sebagai gubernur. "Pertengahan Januari, kalau tidak ada halangan, harus cuti. Saya tinggal tiga bulan lagi sebagai Wali Kota Bandung," kata Emil di Bandung, Jumat (6/10).

Emil pun memohon doa restu kepada seluruh warga yang mendukungnya maju di Pilgub Jawa Barat 2018. "Mohon doa restunya," ucapnya.

Tingginya kepercayaan diri Emil ini diperkuat oleh hasil survei terbaru yang dirilis LSI. Hasil survei tersebut menempatkannya pada posisi teratas sebagai calon gubernur yang dipilih warga Jawa Barat.

Dia merasa bersyukur atas hasil survei tersebut. "Menunjukkan kepercayaan masyarakat masih berada ke saya, yang mungkin dipersepsi masih punya kelayakan," katanya.

Berbeda dengan Emil, nasib pencalonan Dedi Mulyadi masih tidak jelas karena tak kunjung memeroleh rekomendasi dari Partai Golongan Karya. Hal inipun mengundang spekulasi dari berbagai pihak khususnya pengamat politik di Jawa Barat.

Menurut pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf, Dedi belum bisa meyakinkan DPP Partai Golkar terkait kapabilitasnya sebagai calon gubernur.

Asep melihat ini berdasarkan sejumlah dinamika di Partai Golkar yang muncul sekarang, seperti munculnya simulasi pasangan calon gubernur yang diungkapkan Nusron Wahid, salah seorang Ketua DPP Partai Golkar.

Melalui simulasi ini, kata Asep, Golkar ingin mengetahui ketertarikan partai lain untuk diajak berkoalisi. "Apakah lebih responsif dengan Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien atau Deddy Mulyadi-Aceng Fikri, atau pasangan lainnya," kata Asep.

Lebih lanjut dia menyebut, kemampuan Dedi Mulyadi dalam menjalin kerja sama dengan partai lain belum teruji dengan baik. Menurut Asep, kepastian koalisi Golkar dengan partai lain di Jawa Barat hanya sebatas klaim sepihak dalam hal ini dari Dedi. "Dengan menggantungkan seperti ini juga, Golkar ingin mengetahui loyalitas kadernya di Jawa Barat," ujar Asep.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya