Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Konversi Lahan Kikis Lahan Konservasi TNKS

MICOM
05/10/2017 14:28
Konversi Lahan Kikis Lahan Konservasi TNKS
(ANTARA)

BALAI Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mengeluhkan konversi atau perubahan fungsi lahan semakin meningkat yang berakibat tekanan terhadap hutan konservasi semakin tinggi.

"Kebutuhan akan lahan terus meningkat yang imbasnya beberapa tahun terakhir TNKS tertekan", kata Kepala Tata Usaha Balai Besar TNKS Agusman saat pelatihan komunikasi dan advokasi Harimau sumatera di Sungai Penuh, Kamis (5/10).

Menurut dia, saat ini pihak TNKS seperti kehilangan komunikasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga hutan konservasi.

Banyak yang menganggap TNKS tidak produktif dan sangat bagus untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Padahal, fungsinya sangat banyak dan salah satunya tempat hidup berbagai ekosistem.

Saat ini TNKS butuh mitra untuk menyosialisasikan kepada masyarakat pentingnya keberadaan TNKS untuk kehidupan. Dia mengakui, saat ini TNKS keterbatasan waktu, personel dan orang yang bisa menyampaikan penyelamatan TNKS.


Selain itu perburuan sudah dianggap hal biasa saat ini walaupun di dalam hutan konservasi. Hal ini masih banyaknya jerat ditemukan oleh petugas saat operasi sapu jerat. Sementara itu pakar lingkungan dari Universitas Andalas Wilson
Nofarino mengatakan, peran semua sektor dibutuhkan untuk menjaga hutan dan ekosistem yang ada di dalamnya.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan polisi hutan yang jumlahnya tidak sebanding dengan luas hutan yang ada sehingga butuh bantuan dari semua pihak," ujarnya. salah satu penyebab terus menurunnya populasi Harimau sumatera adalah habitatnya yang berkurang.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya