Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DARI kronik-kronik kejadian yang berkaitan dengan narkotika, barang haram ini dipastikan sudah masuk terlalu dalam di aparat penegak hukum. Satu lagi bukti, pihak Kepolisian Daerah Riau mengungkapkan bahwa ada oknum polisi yang tertangkap melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau menjambret dan diduga karena pengaruh narkotika dan obat-obatan terlarang.
"Menurut saya memang karena narkoba, faktanya dites urine dia positif," kata Kepala Bidang Propam Polda Riau Kombes Pitoyo Agung Yuwono, di Pekanbaru, Rabu (27/9).
Oknum polisi yang dimaksud ialah Brigadir FCM berdinas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau, yang pada Senin (25/9) sekitar pukul 21.30 WIB tertangkap petugas karena menjambret.
Menurut Pitoyo oknum polisi itu sudah tiga kali melakukan pelanggaran karena mengkonsumsi narkoba. Pada Biddokkes Polda Riau, dia diistirahatkan karena sebelumnya dinilai nakal saat bertugas di Kabupaten Bengkalis.
"Agar mudah pengawasannya ditempatkan ke Polda karena yang bersangkutan juga menderita penyakit gula. Dia juga sedang proses sidang, tapi melakukan lagi, ya sudah harus dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Sekarang, lanjutnya, personel polisi tersebut ditahan di Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. Dia menjamin bahwa tidak ada perlakuan khusus dan disamakan dengan tahanan lain.
Pitoyo pun mensinyalir bahwa narkoba sudah nyata-nyata merembet ke kepolisian. Karena itu, menurut dia, harus ditindak tegas dan nyata seperti ada oknum polisi yang ditembak mati karena menjadi pengedar narkoba. Sedangkan untuk tindak pidana lainnya kepada polisi yang terlibat, ujar dia lagi, pengadilan umum akan menanti.
Oknum polisi yang menjambret itu tertangkap beraksi di Jalan Soekarno Hatta tepatnya di simpang empat lampu lalu lintas Jl Durian-Sigunggung. Korbannya perempuan EA (25) bersama adiknya FM yang sedang berhenti di lampu merah, dan tiba-tiba saja dari belakang datang seorang laki-laki.
Pelaku mengendarai Honda Scoopy warna hitam putih langsung menarik tas korban. Selanjutnya tepat di Simpang Gereja GPDI Pentakosta pelaku tertangkap dengan bantuan warga sekitar.(Ant/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved