Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Masih Dilanda Kemarau, Pemprov NTT Kampanye Konsumsi Pangan Lokal

Alexander P. Taum
27/9/2017 10:25
Masih Dilanda Kemarau, Pemprov NTT Kampanye Konsumsi Pangan Lokal
(Ilustrasi---ANTARA/Rahmad)

MEMASUKI akhir September tahun ini sebagaian wilayah di Tanah Air mulai diguyur hujan. Namun tidak yang tengah terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih terus dilanda kemarau dan mengakibatkan produksi pangan menurun.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, pemprov NTT terus mengampanyekan konsumsi pangan lokal dengan memacu inovasi serta terobosan pengolahan pangan lokal yang bercita rasa tinggi. Pemprov pun kini hendak melaunching toko pangan lokal.

Tingginya animo warga mengonsumsi pangan lokal, memacu tekad pemerintah Provinsi NTT untuk menjadikan pangan lokal sebagai makanan pokok. "Sudah tiga tahun kami secara kontinyu melakukan kampanye pangan lokal, menggerakan masyarakat kita untuk mencintai pangan lokal dengan cara mengkonsumsi pangan lokal setiap hari," ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Hadji Husein.

Dia menambahkan pangan lokal adalah pangan yang bermartabat dan tidak mengandung kimia. Pada musim kemarau sekalipun, pangan lokal masih tersedia.

"Contoh, ubi jalar, ubi kayu, jagung, dan pangan lokal lainnya merupakan bahan dasar yang bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan modern. Tentu dengan bahan pangan lokal," tegas Husein.

Upaya Badan Ketahanan Pangan NTT untuk menyadarkan masyarakat mengkonsumsi pangan lokal menunjukan trend peningkatan yang baik. Untuk itu, pihaknya akan melakukan berbagai terobosan dan inovasi guna meningkatkan konsumsi pangan lokal sebagai makanan pokok orang NTT.

Selain inovasi itu, menurut Husein, Badan Ketahanan Pangan NTT, berencana pada tahun 2018, akan dilaunching toko pangan lokal untuk menjual semua hasil pangan lokal yang dikelolah oleh masyarakat.

Husein pun meminta kepada semua pemerintah daerah untu memikirkan satu pangan lokal yang menjadi ciri khas dan pangan lokal unggulan dari kabupaten masing masing di Nusa Tenggara Timur. "Saya mengimbau dan akan diterjemahkan dalam program satu kabupaten, satu pangan lokal unggulan," demikian Husein.

Sosialisasi pangan lokal yang disleenggarakan di Lewoleba, 26 September 2017 tersebut menghadirkan utusan PKK dari setiap desa dan kecamatan se Kabupaten Lembata.

Menurut Husein, salah satu langkah mewujudkan ketahanan pangan NTT adalah mengubah perilaku dan sikap masyarakat yang memandang pangan lokal sebagai bahan pangan tambahan. Langkah ini meliputi pemberdayaan dan pendampingan masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan berada di daerah rawan pangan untuk mampu memanfaatkan secara optimal sumber daya di sekitarnya.

Husein mengungkapkan, kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi pangan lokal mesti diberitahu dan menjadi gerakan semua pihak. Bukan hanya pemerintah tetapi semua stakeholder yang ada. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan PKK tingkat Propinsi NTT untuk melakukan sosialisasi kreasi mengolah pangan lokal menjadi pangan yang bermartabat.

"Pangan lokal itu makanan yang bermartabat. Untuk itu, jangan minder konsumsi pangan lokal. Kita semua terlahir di kampung dan menjadi bagian dari makanan lokal. Oleh karena itu, orang NTT jangan malu konsumsi makanan lokal," pungkas Husein.(OL-3).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya